Survei: Mayoritas Masyarakat Setuju Pembubaran HTI dan FPI

    Putra Ananda - 06 April 2021 22:23 WIB
    Survei: Mayoritas Masyarakat Setuju Pembubaran HTI dan FPI
    Ilustrasi aksi protes di Bandung menuntut pembubaran FPI/Antara.



    ?Jakarta: Mayoritas masyarakat Indonesia setuju dengan kebijakan pemerintah terkait pembubaran organisasi radikal berbasis agama, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). Hal itu mengemuka dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

    Diketahui, 72 persen responden sepakat terhadap kebijakan pemerintah untuk membubarkan HTI. Lalu, sekitar 59 persen setuju terhadap pembubaran FPI yang dipimpin Rizieq Shihab.






    "Ada 32 persen warga yang tahu HTI. Dari yang tahu, 76 persen (24 persen dari populasi) tahu HTI telah dilarang. Dari 24 persen yang tahu pelarangan tersebut, 79 persen (19 persen dari populasi) setuju dengan pelarangan HTI dan 13 persen (3 persen dari populasi) tidak setuju," jelas peneliti SMRC Saidiman Ahmad dalam pemaparan survei secara daring, Selasa, 6 April 2021.

    Saidiman menjelaskan di antara masyarakat yang tahu pembubaran HTI oleh pemerintah, massa pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi basis massa terbesar, yakni 47 persen. Mereka menyatakan tidak setuju atas kebijakan tersebut. 

    Sementara itu, untuk FPI, pemilih PAN dan PKS juga menjadi massa yang paling tidak setuju terhadap kebijakan tersebut. "Jika dikaitkan dengan massa berdasarkan pilihan calon presiden, yang paling banyak tidak setuju pembubaran HTI berasal dari pemilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (32 persen), diikuti Prabowo (26 persen) dan Anies Baswedan (25 persen)," kata Saidiman.

    Adapun survei dilakukan dengan latar belakang peristiwa bentrokan antara anggota FPI pengawal Rizieq Shihab dan petugas kepolisian pada awal Desember 2020. Bentrokan tersebut mengakibatkan 6 orang anggota FPI tewas, sehingga menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

    Berdasarkan data dari responden, sekitar 62 persen warga Muslim tahu bentrokan anggota FPI pengawal Rizieq Shihab dengan polisi. Dari yang tahu, ada 34 persen (sekitar 21 persen dari populasi Muslim) percaya anggota FPI yang menyerang polisi. Lalu, 31 persen (sekitar 19 persen dari populasi Muslim) percaya anggota polisi yang menyerang pihak FPI.

    "Dari yang tahu bentrokan, ada 38 persen warga Muslim (sekitar 24 persen dari populasi Muslim) yang menilai tindakan polisi melanggar prosedur hukum yang bersandar pada prinsip HAM. Sementara itu, ada 37 persen (sekitar 23% dari populasi Muslim) yang menilai tindakan polisi sesuai dengan prosedur hukum yang bersandar pada prinsip HAM," ungkapnya.

    Survei berskala nasional itu dilakukan pada 28 Februari-5 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei diperkirakan kurang lebih 3,07 persen.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id