Pemerintah Diminta Cari Solusi Sistem Zonasi

Antara - 12 Juli 2018 08:30 wib
Penerimaan peserta didik baru. (ANT/Heru Salim)
Penerimaan peserta didik baru. (ANT/Heru Salim)

Jakarta: Pemerintah diminta untuk segera mencari solusi dari penerapan sistem zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018. Sebab, sistem zonasi dinilai menimbulkan polemik dan merugikan rakyat.

"Sistem zonasi dalam PPDB yang didasarkan pada Permendikbud Nomor 17 tahun 2017 itu harus segera ada solusi. Karena menimbulkan kontroversial yang merugikan masyarakat," kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Menurut Bamsoet, Kemendikbud dan Kemendagri harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, terkait penerapan sistem zonasi yang kontroversial guna mencari solusi terbaik.

"Koordinasi ini juga diperlukan untuk menyamakan visi, misi, serta pemahaman terhadap sistem zonasi dalam PPDB agar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat," katanya.

Baca: Sistem Zonasi Persulit Peserta Didik

Dia juga mendorong, Kemendikbud segera mengkaji dan mengevaluasi penerapan sistem zonasi PPDB 2018 ini. Karena menimbulkan persoalan yang tidak terselesaikan.

Bamsoet mencontohkan, dalam sistem zonasi mewajibkan 90 persen peserta didik atau siswa tinggal di sekitar sekolah. Sementara ada sekolah yang daya tampungnya terbatas, serta ada juga siswa yang harus pindah sekolah karena pindah tempat tinggal. "Kondisi ini membuat sejumlah siswa tidak dapat diterima di sekolah," katanya.

Bamsoet menilai, penerapan sistem zonasi yang mengutamakan siswa bersekolah di sekitar rumahnya ini tidak sepenuhnya efektif dan masih banyak daerah yang belum sepenuhnya mengadopsi sistem zonasi. "Sistem zonasi ini sebaiknya di sosialisasikan lebih dahulu sebelum diterapkan," ucapnya.


(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.