comscore

Partai Garuda Berharap Rakyat Tak Lagi Terbelah Soal Urusan Capres

Whisnu Mardiansyah - 14 Mei 2022 11:13 WIB
Partai Garuda Berharap Rakyat Tak Lagi Terbelah Soal Urusan Capres
Ilustrasi Medcom.id
Jakarta: Gerak cepat sejumlah partai politik menjelang Pemilu dan Pilpres 2024 sudah menggeliat. Sejumlah nama-nama pun bermunculan yang digadang-gadang bakal melenggang di kontestasi Pilpres 2024. 

Partai Golkar, PAN dan PPP gerak cepat dengan  membentuk koalisi Indonesia bersatu untuk kepentingan pencalonan presiden. Secara hitung-hitungan ambang batas presiden suara ketiganya sudah mencukupi. 
"Secara hitungan threshold, mereka sudah bisa dan memenuhi syarat untuk mengusulkan Calon Presiden di Pilpres 2024, asalkan mereka semua konsisten tetap bersama hingga hari H nanti," kata Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi di Jakarta, Sabtu, 14 Mei 2022. 

Namun, di lapangan gonjang-ganjing sejumlah nama bakal capres yang bermunculan ke publik, membuat rakyat justru terbelah. Baik itu fakta di lapangan maupun di media sosial.  

Baca: Partai Politik Peserta Pemilu Harus Kantongi Legalitas

"Inilah yang sering saya sampaikan di dalam berbagai kesempatan, bahwa berdasarkan konstitusi, rakyat tidak memiliki hak untuk menentukan calon presiden," ujar Teddy. 

Menurut Teddy, dalam sistem presidesial dan adanya ambang batas pencalonan presiden, rakyat hanya punya hak untuk memilih calon presiden yang sudah ditentukan. 

"Jadi rakyat jangan berantem untuk sesuatu yang bukan urusannya," ujarnya. 

Menurutnya, dengan sistem ini rakyat masih bisa menentukan capres yang sesuai kriteria rakyat. Caranya dengan memilih anggota DPR dari partai politik yang menurut rakyat, tindak tanduknya selama ini sesuai dengan kriteria Presiden yang mereka inginkan. 

"Keributan yang kita temui sehari-hari dimana rakyat pendukung capres X ribut dengan rakyat pendukung capres Y, saling melempar makian, hinaan dan sejenisnya, padahal mereka berebut pepesan kosong, karena mereka bukan penentu orang yang di dukung untuk bisa menjadi Capres. Rakyat jangan mau terpancing dengan keributan yang bukan domainnya," ujarnya.

(WHS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id