Kriminalisasi Robertus Robet Dinilai Berlebihan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 07 Maret 2019 22:27 WIB
    Kriminalisasi Robertus Robet Dinilai Berlebihan
    Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris. MI/ Angga Yuniar
    Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris menanggapi penangkapan aktivis HAM Robertus Robet karena dianggap mengina TNI. Menurutnya penangkapan Robertus Robet tersebut berlebihan.

    Apalagi, tutur Charles, Robertus Robet telah menjelaskan lagu yang dinyanyikan bukan ditujukan kepada institusi TNI saat ini. Melainkan kepada kebijakan rezim militer Suharto di masa yang lalu.

    "Setahu saya lagu tersebut kerap menghiasi demo-demo prodemokrasi di era transisi menuju demokrasi," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Charles Honoris, di Jakarta, 7 Maret 2019.

    Anggota Komisi I DPR RI itu mengakui wacana revisi UU TNI tentang penempatan perwira TNI di institusi nonmiliter memang memicu kekhawatiran
    di berbagai kalangan.

    "Masih banyak masyarakat yang trauma terhadap kebijakan dwifungsi ABRI di era otoriter pemerintahan Suharto sehingga wajar apabila ada penolakan terhadap wacana tersebut," ujar Charles.

    Dirinya menilai penerapan Pasal 28 UU ITE terhadap kasus Robertus Robet tidak tepat karena tidak ada unsur kesengajaan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan. Konteksnya mengingatkan agar masa kelam rezim militer Orde Baru tidak terulang kembali.

    Charles bilang penerapan UU ITE jangan sampai memberangus kebebasan berekspresi dan kebebasan sipil. Ia meminta agar semua pihak bisa melihat kasus ini secara objektif dalam kerangka menjaga nilai-nilai demokrasi.

    "Jangan ada yang mengait-ngaitkan dengan politik praktis atau pilpres," ucap Charles.

    Robertus Robet ditangkap di rumahnya. Ia dibawa ke Mabes Polri atas tuduhan melanggar Undang-undang ITE terkait orasi dalam aksi damai Kamis, 28 Februari lalu.
     
    Robet disangka melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undnag-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.
     
    Namun, kepolisian sudah memulangkan Robet. Tersangka kasus penghinaan terhadap TNI itu dipulangkan usai diperiksa selama hampir 14 jam.
     
    Karopenmas Divisi Humas Polisi Brigjen Dedi Prasetyo menyebut pemeriksaan terhadap Robet telah selesai. Namun, proses penyidikan oleh Direktorat Siber Bareskirm Mabes Polri atas kasus ini masih akan berlanjut.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id