Banyuwangi Mulai Adopsi Kerja Jarak Jauh

    Theofilus Ifan Sucipto - 22 November 2019 16:36 WIB
    Banyuwangi Mulai Adopsi Kerja Jarak Jauh
    Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menerapkan sistem kerja jarak jauh untuk aparatur sipil negara (ASN). Bahkan, mereka memiliki jurus menjaga kinerja ASN tetap maksimal. 

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menilai ada manfaat bekerja jarak jauh. Pelayanan masyarakat tidak lagi bergantung pada ruangan.

    "(Ada atau tidak ada) tempat tidak menjadi ukuran utama apakah pelayanan bisa dilayani atau tidak," Abdullah di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Jumat 22 November 2019. 

    Abdullah menjelaskan sistem kerja jarak jauh diterapkan salah satunya untuk memantau perkembangan keluhan masyarakat. Keluhan harus ditangani maksimal empat jam setelah dilaporkan. Jika terlambat merepons, staf bakal dihukum. 

    "Saya tidak tanya camat atau kepala dinas di mana. Yang penting (masalahnya) segera diatasi," tuturnya.

    Politikus PDI Perjuangan itu mengungkapkan jurus untuk menjamin produktivitas bawahannya. Dia menerapkan tunjangan kinerja (tukin). "Kami sekarang sudah (menganggarkan) Rp90 miliar diberikan untuk staf," ujarnya.

    Abdullah bilang, sebelumnya ASN hanya mendapat honor. Hasilnya, ASN mendapat upah yang sama terlepas dari hasil kinerjanya.

    "Sekarang yang kerja bagus dapat tukin. Alhamdulilah kinerja staf kami meningkat," tutur dia.

    Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa merancang skema kerja ASN tanpa harus ke kantor (telecommuting). Sistem kerja ini dipercaya sesuai dengan perkembangan zaman.

    "Ada konsep kalau kerja lebih enak yang fleksibel kan, nah mungkin generasi-generasi ke depan juga akan dengan cara-cara seperti itu. Jadi kenapa enggak kita akomodir," kata Suharso Monoarfa seperti dikutip dari Antara.

    Bappenas bakal menguji coba konsep kerja itu kepada 1.000 pegawainya pada Rabu, 1 Januari 2020. Jika berhasil, bukan tidak mungkin konsep kerja tanpa kantor akan diterapkan di ibu kota baru, Kalimantan Timur.






    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id