Pemerintah Didesak Menyerahkan Draf RUU Perlindungan Data Pribadi

    Whisnu Mardiansyah - 01 Agustus 2019 18:02 WIB
    Pemerintah Didesak Menyerahkan Draf RUU Perlindungan Data Pribadi
    Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
    Jakarta: Komisi I DPR mendesak pemerintah segera menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi. Hal ini mengantisipasi maraknya pencurian data pribadi untuk kepentingan komersial. 

    Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menyebut berbagai peristiwa pencurian data pribadi menjadi alarm RUU segera dibahas. Namun Kementerian Komunikasi dan Informatika masih mengulur-ngulur waktu membahas RUU tersebut. 

    “Kita tanya terus setiap kali ada rapat dengan Menkominfo. Enggak disebutkan waktunya, tapi kita desak terus supaya lebih cepet. Karena sudah banyak masalah terkait itu kan,” kata Hanafi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019. 

    Hanafi menilai RUU Perlindungan Data Pribadi penting di tengah semakin canggihnya teknologi. Sebab, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) belum cukup memberikan proteksi perlindungan data pribadi warga negara. Perlu ada payung hukum yang lebih kuat. 

    “Ini korban-korban penyalahgunaan data kan payung hukumnya belum komplet. Belum sekomplet negara tetangga. Singapura sudah punya, Malaysia sudah punya. Vietnam sudah punya bahkan, Eropa juga sudah lebih maju lagi. Kita ini malah enggak punya,” jelas dia.

    Menurut dia, Komisi I sejak dulu sudah mendorong supaya RUU ini segera dibahas. Dia pun berharap pemerintah bisa menyerahkan draf RUU ini secepatnya.

    “Ya kita lihat aja. Harapan kita nanti plenary berikutnya masuk Agustus itu sudah muncul,” pungkas dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id