Eks Gubernur Sulsel: Pemimpin Harus Berani Berkorban

    Achmad Zulfikar Fazli - 24 Juli 2019 19:27 WIB
    Eks Gubernur Sulsel: Pemimpin Harus Berani Berkorban
    Eks Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (kedua dari kanan). Foto: istimewa
    Jakarta: Seorang pemimpin tidak boleh meladeni diri sendiri. Pemimpin harus berani berkorban demi terwujudnya kebaikan bersama, dan memberikan solusi tepat. 

    Hal ini disampaikan eks Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, saat menjadi pembicara di acara The second Neuroleadership Forum (NLF) bertajuk “Menggerakan Inovasi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Human Capital Intelligence and Wisdom” di Bank Indonesia Institute, Jakarta.

    “Pemimpin tidak boleh hanya mau meladeni dirinya sendiri, memikirkan kepentingannya sendiri atau kelompoknya tetapi harus berani berkorban untuk kepentingan bersama atau umum. Dia tidak boleh egois, tetapi harus bisa berbagai, merangkul dan mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan,” ujar Syahrul, Rabu, 24 Juli 2019.

    Syahrul mengaku memegang teguh empat nilai kebenaran selama menjadi pemimpin, khusus saat menjadi kepala daerah di Sulawesi Selatan selama 20 tahun. Pertama, nilai agama atau teologis. Setiap agama, kata dia, mengajarkan kebaikan dan nilai-nilai kepemimpinan.

    “Kedua, nilai kebenaran sosiologis, yakni pemimpin menghadirkan manfaat bagi orang lain. Pemilih harus menjadi rahmat dan berkat bagi orang lain, bukan menjadi menjadi bencana bagi orang lain atau masyarakat,” ungkap dia.

    Ketiga, pemimpin harus memegang kebenaran yuridis atau aturan yang berlaku. Menurut dia, pemimpin harus tahu dan taat terhadap aturan, tidak bertindak atas kemauan sendiri karena aturan dibuat untuk menjamin kepastian, ketertiban dan keadilan. 

    “Keempat adalah nilai kebenaran kultural. Pemimpin tidak bisa lepas dari budaya soal sopan santun, kerja sama, dan gotong royong. Sehebat apapun pemimpinnya, dia tidak bisa bekerja sendiri, dia butuhkan banyak orang dan dia butuhkan network yang kuat,” tutur dia.

    Syahrul mengatakan seorang pemimpin juga harus sensitif terhadap kemajuan-kemajuan, dan perkembangan zaman, serta teknologi yang tidak terbendung. Pemimpin, kata dia, harus mempunyai orientasi jelas di masa depan. 

    “Pemimpin harus visioner, kreatif di era seperti sekarang ini. Pemimpin harus mampu menunjuk arah kemana orang yang dipimpin mau dibawa, tentunya dibawa kepada kemajuan, kebaikan dan kesejahteraan,” ujar politikus NasDem itu.

    Syahrul berharap pemimpin di Indonesia mempunyai spirit sama, yakni mengutamakan kepentingan rakyat, dan terus bekerja sama membangun bangsa yang kuat, mandiri dan berdikari. Menurut dia, bukan saatnya antara sesama anak bangsa saling menjatuhkan karena itu akan membuat Indonesia mudah dikuasai negara lain.

    “Bangsa lain sudah jauh berkembang dan kita harus berjuang untuk bisa seperti itu. Tinggal egoisme dan sikap sektarian, mari maju bersama membangun dan mengelolah sumber daya alam Indonesia yang kaya raya dengan sumber daya manusia yang tak kalah berkualitasnya,” imbuh anggota tim penasihat senior pada Kantor Staf Presiden itu.    

    Apalagi, kata Syahrul, saat ini Indonesia dipimpin Presiden Joko Widodo yang memiliki visi dan mimpi besar, Indonesia Maju. Syahrul mendukung upaya Jokowi menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lain. Karena itu, kata dia, Jokowi perlu diperkuat dan tidak boleh dibiarkan bekerja dan berjuang sendirian.

    “Jokowi tidak ada lagi cerita, dia adalah pemimpin kita. Tugas kita adalah mengisi Jokowi agar lebih kuat, lebih baik, Jokowi harus diperkuat sehingga mengambil langkat yang tepat dan bijak. Kita tidak boleh membiarkan Jokowi sendiri,” pungkas Syahrul. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id