Survei: Mayoritas Masyarakat Setuju Pemindahan Ibu Kota

    Cindy - 16 Februari 2020 19:54 WIB
    Survei: Mayoritas Masyarakat Setuju Pemindahan Ibu Kota
    Desain Ibu Kota baru. Foto: Kementerian PUPR
    Jakarta: Lembaga survei Indo Barometer menyebut mayoritas masyarakat setuju dengan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota dinilai mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dalam skala nasional.

    "Mayoritas publik sebesar 53,8 persen menyatakan setuju (pemindahan ibu kota), yang tidak setuju sebesar 30,4 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Februari 2020.

    Qodari menjelaskan sebanyak 57,1 persen masyarakat menilai pemindahan ibu kota mengurangi kepadatan di Jakarta. Sebanyak 18,7 persen masyarakat juga menilai pemindahan ibu kota membuat pembangunan merata, menekan kesenjangan ekonomi 7,1 persen, wujud keadilan sosial 5 persen. 

    Masyarakat yang tak setuju dengan pemindahan ibu kota juga memiliki penilaian yang beragam. Antara lain, sebanyak 45,2 persen masyarakat menganggap jangkauan terhadap pemerintah pusat terlalu jauh, biaya pindah sangat mahal 33,3 persen, berpengaruh terhadap roda pemerintahan 5,2 persen. 

    Masyarakat yang mengganggap Kalimantan Timur tidak tepat untuk pusat pemerintahan sebanyak 4,7 persen, dan hubungan pemerintah pusat dengan daerah terutama di Jawa semakin jauh 4,1 persen.

    Survei: Mayoritas Masyarakat Setuju Pemindahan Ibu Kota
    Maket Ibu Kota Baru. Foto: MI/M Irfan

    Kepercayaan Publik

    Qodari menyebut kepercayaan masyarakat kepada Presiden Joko Widodo terkait pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur cukup tinggi. Sebanyak 45,9 persen masyarakat percaya Jokowi mampu membangun ibu kota baru di Pulau Kalimantan, hanya 18,9 persen yang beranggapan pembangunan ibu kota baru bakal gagal.

    "Ada lima alasan publik yakin Jokowi berhasil membangun ibu kota baru. Sudah terbukti dalam pembangunan infrastruktur sebesar 53,1 persen, optimistis pasti bisa 18,2 persen, Presiden serius memindah ibu kota 14,5 persen, banyak yang mendukung 7,6 persen, dan pertaruhan kesuksesan Jokowi 4,7 persen," tutur Qodari.

    Qodari membeberkan alasan masyarakat tak yakin Jokowi berhasil membangun ibu kota baru. Antara lain, sebanyak 43,3 persen menganggap biayanya sangat mahal, butuh waktu sangat lama 29 persen, pindah ibu kota sama saja pindah segala aspek 12,9 persen, pesimistis 9,4 persen, dan pemindahan sistem yang kompleks 4 persen.

    Jajak pendapat dilakukan kepada 1.200 responden di 34 provinsi. Waktu pengumpulan data mulai 9 Januari 2020-15 Januari 2020 melalui teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error 2,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. 





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id