Pengganti Kapolri Idham Azis Punya 2 Tugas Berat

    Siti Yona Hukmana - 05 Januari 2021 10:04 WIB
    Pengganti Kapolri Idham Azis Punya 2 Tugas Berat
    Ilustrasi Polri. Medcom.id
    Jakarta: Indonesia Police Watch (IPW) menyebut kepala Polri (kapolri) baru akan mewarisi dua pekerjaan rumah besar dari Jenderal Idham Azis. Kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi dan bentrok Polri-FPI bakal menjadi dua warisan yang sulit dituntaskan di sisa 20 hari jabatan Kapolri Idham.

    "Dua utang besar yang ditinggalkan Kapolri Idham Azis tentunya tidak akan mudah untuk diselesaikan kapolri baru," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Selasa, 5 Januari 2021.

    Salah satunya, kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora pada Jumat, 27 November 2020. Neta menyayangkan Polri belum mampu memburu Ali Kalora dan 14 anggota kelompoknya.

    Neta menyebut Idham gagal memanfaatkan kemampuannya saat memimpin Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Padahal, Densus 88 dikenal agresif memburu teroris. IPW berharap Korps Bhayangkara mampu menangkap kelompok Ali Kolara di sisa masa jabatan Idham .

    "Sehingga, penangkapan ini sebagai hadiah pensiun bagi Idham agar mantan Kapolda Sulteng itu tidak meninggalkan utang kasus yang sulit diselesaikan oleh kapolri penerusnya," ujar Neta.

    Baca: Fit and Proper Test Calon Kapolri Dimulai Pertengahan Januari

    Neta memandang bentrok Polri-FPI yang menewaskan enam pengikut Rizieq masih penuh kontroversi dan tidak mudah dituntaskan. Dia melihat kasus ini menjadi tugas berat dan berpotensi jadi bola panas bagi kapolri baru

    "Bukan mustahil bisa menjadi masalah baru yang rumit yang membuat kepercayaan publik terhadap Polri makin negatif," kata dia dia.

    Neta berharap kapolri baru dapat membuat internal Polri berkonsolidasi dan fokus menyelesaikan dua tugas besar tersebut. Kapolri baru dinilai Neta perlu berkomunikasi dengan tokoh masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan yang muncul.

    "Sehingga saat kasus ini dituntaskan dan masyarakat percaya pada Polri bahwa kasus itu diselesaikan secara profesional, modern, dan tepercaya," tutur Neta.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id