Bertemu Paus Fransiskus, JK Bahas Perdamaian dan Kemanusiaan

    Media Indonesia.com - 24 Oktober 2020 03:55 WIB
    Bertemu Paus Fransiskus, JK Bahas Perdamaian dan Kemanusiaan
    Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla bertemu dengan Paus Fransiskus. Dok. MI
    Jakarta: Isu kemanusiaan dan perdamaian dunia menjadi tema utama pertemuan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) saat bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Roma, Italia. JK bertemu pemimpin Gereja Katolik sedunia itu selaku anggota dewan juri untuk penghargaan Zayed Award for Human Fraternity.

    “Paus itu memberikan filosofi arti daripada human fraternity, kebersamaan manusia dan persaudaraan. Karena ini sangat penting pada dewasa ini di mana dunia mengalami banyak krisis,” kata JK dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.

    Pertemuan JK dan Paus Fransiskus berlangsung 70 menit. Paus Fransiskus, kata JK, menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat manusia di dunia.

    "Karena tidak ada perdamaian tanpa hubungan antarmanusia yang baik," kata JK.

    Baca: Santri Diminta Berkontribusi pada Perdamaian Dunia

    Paus Fransiskus juga berpesan agar seluruh anggota dewan juri penghargaan Zayed Award for Human Fraternity bersikap obyektif dalam menilai. “Dewan Juri tentu juga mendapatkan masukan dari Paus dan Paus memberikan langkah-langkah apa yang menjadi bagian untuk ini, karena ini untuk kemanusiaan,” katanya.

    Dalam pertemuan internal dewan juri untuk penghargaan kemanusiaan, Kalla mengusulkan penemu vaksin dan obat covid-19 diganjar penghargaan. Dia berpendapat penemu vaksin ibarat pahlawan karena dapat menyelamatkan kehidupan manusia yang terdampak pandemi.

    Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan yang dibentuk pada 2019 untuk memberikan pengakuan atas karya luar biasa dari individu dan entitas dalam membuat terobosan dan mendorong kemajuan manusia. Penghargaan itu juga diselenggarakan untuk mengenang Presiden pertama Uni Emirat Arab dan mantan penguasa Abu Dhabi Sheikh Zayed bin Sultan al Nahyan.

    Zayed Award for Human Fraternity diberikan untuk pertama kalinya pada 2021 kepada para unggulan yang berasal dari kalangan pemerintah, perwakilan PBB dan LSM internasional, hakim mahkamah agung, serta akademisi. Batas akhir penyerahan nominasi ialah 1 Desember 2020 dan pengumuman peraih penghargaan akan dilakukan pada 4 Februari 2021, dengan total hadiah US$ 1 juta.

    Anggota dewan juri penghargaan tersebut ialah mantan presiden Republik Afrika Tengah, Catherine Samba-Panza, dan mantan penasihat khusus PBB untuk Pencegahan Genosida, Adama Dieng. Kemudian, Gubernur Jenderal ke-27 Kanada, Michaelle Jean, dan Kardinal Dominique Mamberti.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id