Sikapi Embargo, Kemenkes Atur Kecepatan Vaksinasi

    Anggi Tondi Martaon - 08 April 2021 16:17 WIB
    Sikapi Embargo, Kemenkes Atur Kecepatan Vaksinasi
    Budi Gunadi Sadikin. MI/Immanuel Antonius



    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui embargo sejumlah negara memengaruhi vaksinasi covid-19 di Indonesia. Mengatasi hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencoba mengatur intensitas vaksinasi.

    "Karena memang sengaja kita turunkan (intensitas vaksinasi)," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja (raker) Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 8 April 2021.






    Dia menyebutkan embargo yang diterapkan sejumlah negara mengurangi ketersediaan vaksin. Indonesia hanya mendapat 10 juta dari 30 juta vaksin yang rencananya diterima pada Maret dan April 2021.

    Baca: Pengadaan 104 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Terhambat Embargo

    "Sehingga kecepatan vaksinasinya kita atur supaya jangan ada kekosongan hari di mana tidak bisa vaksinasi," ujar dia.

    Sebelum diperlambat, intensitas vaksinasi di Indonesia cukup membaik dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, mencapai 500 ribu dosis penyuntikan per hari.

    "Itu (penyuntikan 500 ribu dosis per hari) sudah tercapai sebenarnya di minggu ketiga Maret," ungkap dia.

    Bahkan, kata Budi, Indonesia menduduki peringkat ke-8 negara yang terbanyak melakukan vaksinasi. Adapun total negara yang melakukan vaksinasi di dunia berjumlah 60 negara. 

    "Indonesia ada di ranking nomor delapan," sebut dia.
     

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id