Tudingan Demo UU Ciptaker Didalangi Asing Mesti Dibuktikan

    Kautsar Widya Prabowo - 18 Oktober 2020 10:53 WIB
    Tudingan Demo UU Ciptaker Didalangi Asing Mesti Dibuktikan
    Ilustrasi demo menolak UU Cipta Kerja. Medcom.id/Rhobi Sani
    Jakarta: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta pihak-pihak yang berspekulasi ada dalang di balik kerusuhan unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) tak asal bicara. Bukti nyata mesti ditunjukkan.

    "Dugaan ada pihak asing di era global mungkin saja. Tapi yang memberikan dugaan harus memberikan rasionalisasi," ujar Jazilul dalam program Crosschek Medcom.id, bertajuk Dalang Rusuh Demo Buruh, Siapa? melalui telekonferensi, Minggu, 18 Oktober 2020.

    Jazilul menyebut dugaan yang tidak disertai bukti nyata hanya memperkeruh kondisi Indonesia. Terlebih informasi palsu di media sosial tidak dapat dibendung.

    "Yang tidak bisa dihindari (saat ini) mereduksi pesan, menambah pesan. Sehingga antarsatu orang yang lainya seakan-akan saling tuding," tutur dia.

    Politikus Parti Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan bukti nyata penunggang unjuk rasa UU Ciptaker akan menghindari aksi saling tuduh. Semua harus diproses secara terbuka oleh aparat berwajib.

    "Kalau ada bukti keterangan, proses saja. Kalau ada yang mendalangi, dalangnya ditangkap, kalau ada pihak yang menyerupai LSM, atau lembaga kajiaan di Indonesia, ada bukti ya proses saja," ujar dia.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menyebut ada aktor intelektual di balik demo UU Ciptaker yang berakhir anarkistis. Aktor yang dimaksud berasal dari kaum elite dan intelektual yang menentang UU Ciptaker.

    Belakangan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meyakini dalang di balik aksi vandalisme saat demo menolak UU Cipta Kerja ialah kekuatan asing. Prabowo menyebut mereka ingin menghancurkan Indonesia.

    "Saya sama sekali tidak yakin itu ya yang bakar-bakar sarana dan prasarana umum itu tidak ada dalangnya. Itu pasti ada dalangnya, pasti anasir-anasir ini dan anasir-anasir ini dibiayai oleh asing," kata Prabowo, Selasa, 13 Oktober 2020.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id