Setelah Bamsoet Mundur

    Arga sumantri - 04 Desember 2019 09:15 WIB
    Setelah Bamsoet Mundur
    Politikus Golkar Bambang Soesatyo. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur dari bursa pemilihan ketua umum (ketum). Golkar hampir pasti aklamasi dalam memilih ketum lima tahun mendatang dalam forum musyawarah nasional (munas). 

    Mulanya, total ada sembilan kader Golkar yang mendaftar sebagai calon ketum. Mereka yaitu Airlangga Hartarto, Bamsoet, Ridwan Hisjam, Ali Yahya, Achmad Annama, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarso, Derek Lopatty, dan Aris Mandji. 

    Setelah diverifikasi, lima calon dinyatakan memenuhi syarat sebagai kandidat ketum Golkar. Mereka yaitu Airlangga, Bamsoet, Ali Yahya, Ridwan, dan Agun.

    Sebelum Munas X Golkar dibuka, Bamsoet menyatakan mundur. Keputusan ini diambil setelah Bamsoet menerima masukan tokoh senior Golkar.

    Bamsoet beralasan menjaga semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama. Dia menyatakan langkahnya tersebut sebagai upaya menjaga soliditas Golkar.

    "Maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024," kata Bamsoet di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Bamsoet menemui senior Golkar seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, dan Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono. Titah para senior Golkar ini membuat Bamsoet menarik diri dari perebutan pucuk pimpinan partai.

    Langkah Bamsoet diikuti Agun Gunandjar. Agun mengaku ingin menjaga semangat rekonsiliasi yang disebut amat terasa dalam Munas X Golkar. 

    "Saya melihat fenomena yang terjadi di hari ini itu rekonsiliasi. Jadi menghendaki agar munas ini konsolidasi-rekonsiliasi," kata Agun, yang sebetulnya juga sebagai loyalis Bamsoet.

    Ali Yahya juga mundur dalam bursa ketum Golkar, meskipun dinyatakan lolos verifikasi. Ketua Panitia Pelaksana Munas X Golkar Adies Kadir menduga Ali kesulitan memenuhi syarat lanjutan 30 persen surat dukungan dewan pimpinan daerah (DPD) Golkar seluruh Indonesia.

    Praktis, tinggal Ridwan Hisjam yang akan menjadi pesaing Ketum petahana Airlangga. Namun, Ridwan memastikan tak bakal mengikuti langkah calon ketum lain yang mengundurkan diri. 

    "Alasan apa mengundurkan diri?" kata Ridwan di area munas Golkar.

    Dinamika bursa pemilihan ketum Golkar diprediksi melandai. Ridwan dibaca tak terlalu punya posisi politik yang kuat guna menandingi Airlangga sebagai calon petahana. 

    Partai berlambang beringin boleh jadi bisa sedikit bernapas lega dari ancaman perpecahan pada munas kali ini. Apalagi, Airlangga telah mengklaim kalau Bamsoet kini ada di barisan pendukungnya.

    "Tentunya dengan mundurnya Pak Bamsoet ini tentu dinamikanya menjadi berbeda karena Bamsoet juga memberikan dukungan kepada saya dan tentunya ini akan menjadi bahan dalam pemandangan umum dalam sidang," kata Airlangga usai pembukaan munas Golkar.

    Banyak suara yang menginginkan pemilihan ketum Golkar dalam munas kali ini dilakukan dengan musyawarah mufakat atau aklamasi. Mekanisme ini memang tengah populer dalam pemilihan ketua umum partai politik belakangan ini. Besar kemungkinan Airlangga akan kembali menjadi ketum Golkar dengan proses aklamasi.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id