Literasi Keuangan Diperlukan untuk Basmi Rentenir

    Arga sumantri - 31 Desember 2019 18:11 WIB
    Literasi Keuangan Diperlukan untuk Basmi Rentenir
    Legislator Golkar Puteri Anetta Komarudin. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
    Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar Puteri Komarudin menilai literasi keuangan masyarakat perlu ditingkatkan. Literasi keuangan dapat mencegah masyarakat pinjam uang ke rentenir ilegal.

    Menurut Puteri, fenomena rentenir ilegal seperti Bank Emok masih meresahkan masyarakat. Pinjaman mikro yang jadi modus baru rentenir ini banyak terjadi di Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

    "Bank Emok ini bisa diselesaikan kalau masyarakat sudah melek keuangan," kata Puteri di Jakarta, Selasa, 31 Desember 2019.

    Puteri mengatakan pelibatan kepala desa setempat juga diperlukan guna menekan praktik rentenir keliling. Pola ini sudah dilakukan di beberada desa yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Bekasi. 

    Puteri akan mendorong badan usaha milik negara (BUMN) perbankan turun tangan memberi sosialisasi dan fasilitas perkreditan masyarakat di daerah tersebut. Terutama, terhadap para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

    "Sehingga nanti tidak akan ada lagi masyarakat yang menjadi korban Bank Emok ilegal," ujarnya. 

    Solusi lain mengatasi kasus rentenir, kata Puteri, yakni mendorong penyusunan peraturan terkait skema kredit kelompok. Ia bakal mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan terkait skema kredit kelompok. 

    "Dan sistem pembayaran tanggung renteng yang mengatur antara lain keharusan bahwa kredit hanya untuk usaha produktif berbasis komunitas usaha, dan bukan sekadar kumpulan saja," paparnya.

    Menurut Puteri, perlu pengetatan pada penghitungan kemampuan bayar dan sumber pembayaran dari setiap anggota kelompok yang diberikan pinjaman. Ini guna memitigasi potensi konflik yang timbul apabila terdapat anggota yang gagal bayar.
     

    'Bank Emok' meresahkan

    Puteri mengaku sudah mengunjungi 16 titik di dapilnya selama masa reses akhir tahun. Legislator milenial itu menyebut masyarakat di dapilnya mengeluhkan maraknya praktik pinjaman melalui 'Bank Emok'. 

    Emok berasal dari bahasa Sunda yang berarti cara duduk perempuan lesehan dengan bersimpuh menyilangkan kaki ke belakang. Penyalur dana pinjaman dinamai Bank Emok lantaran saat transaksi dilakukan secara lesehan dan targetnya ialah ibu-ibu. 

    Puteri menjelaskan syarat meminjam duit di 'Bank Emok' cukup mudah, hanya menyerahkan salinan KTP, serta surat persetujuan suami. Namun, bunga yang diberikan cukup tinggi serta skema tanggung renteng yang dinilai merugikan.

    "Untuk itu, masyarakat berharap praktik ini segera diberantas karena menimbulkan masalah seperti perceraian dan perselisihan antar anggota kelompok peminjam," ujarnya.

    Anak politikus senior Golkar Ade Komarudin itu menjelaskan ada dua kategori penyalur dana yang disebut 'Bank Emok' oleh masyarakat. Pertama, koperasi berkedok bank yang menyalurkan pinjaman dengan bunga kisaran 20-30 persen per bulan. 

    Selanjutnya, yaitu bank umum/bank perkreditan rakyat (BPR) yang menyalurkan kredit dengan suku bunga antara dua-tiga persen per bulan. BPR atau bank umum ini menyalurkan produk dengan model pinjaman kelompok seperti Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah, serta Mitra Bisnis Keluarga (MBK).

    "Bank Emok kalau ilegal ini nantinya tidak akan tanggung jawab. sementara kalau yang legal kita bisa tanyakan apabila ada hal yang meresahkan, karena mereka terdaftar dan diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan" kata Puteri. 

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id