Tenaga Honorer Lama Diminta Diprioritaskan Menjadi ASN

    Kautsar Widya Prabowo - 23 Januari 2020 07:24 WIB
    Tenaga Honorer Lama Diminta Diprioritaskan Menjadi ASN
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
    Jakarta: Anggota Komisi II DPR Sodik Mudjahid meminta pemerintah memperhatikan nasib tenaga honorer yang telah lama mengabdi pada negara di kementerian atau lembaga yang ada. Mereka yang memenuhi syarat harus segera diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

    "Komisi II DPR memang meminta agar sisa tenaga honorer lama yang memenuhi syarat, diprioritaskan untuk diangkat menjadi PNS," kata Sodik melansir Antara, Rabu, 22 Januari 2020.

    Menurut dia, istilah tenaga honorer dihapus guna memberikan kepastian kerja. Ia menilai status honorer seringkali membuat para tenaga kerja berharap diangkat ASN. Padahal, ada kualifikasi lain dalam perekrutan ASN.

    Politikus Partai Gerindra itu menambahkan istilah tenaga honorer bisa diterapkan pada fungsi penyediaan lapangan kerja. Pemerintah bakal menggunakan kebjikan tersebut untuk petugas cleaning service dan keamanan.
     
    "PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) keamanan yaitu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja untuk kebutuhan dan kualifikasi tertentu," ujarnya.
     
    Komisi II DPR bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) beserta Badan Kepegawaian Negara (BKN) sepakat tidak ada lagi status pegawai honorer. Status pegawai telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
     
    Didalamnya, hanya ada dua status pegawai yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tenaga honorer yang ingin bekerja di pemerintahan harus melewati seleksi khusus.
     
    Mereka yang memenuhi syarat sebagai PNS dipeebolehkan mengikuti seleksi CPNS. Sementara tenaga honorer yang tak memenuhi syarat bisa mengikuti PPPK.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id