Pegawai KPK Tak Bisa Dipecat karena Gagal TWK, Masih Ingat Ucapan Jokowi yang Ini?

    Adri Prima - 16 September 2021 16:47 WIB
    Pegawai KPK Tak Bisa Dipecat karena Gagal TWK, Masih Ingat Ucapan Jokowi yang Ini?
    Presiden Joko Widodo. Youtube Sekretariat Presiden.



    Jakarta: Sebanyak 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap melawan lewat jalur hukum. Perlawanan ini sebagai buntut dari rencana pemecatan terhadap mereka pada 30 September nanti. Pemecatan mereka masih merupakan rangkaian dari kegagalan tes wawasan kebangsaan (TWK). 

    "Kami akan melakukan perlawanan hukum," kata Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap kepada Medcom.id, Kamis, 16 September 2021.

     



    "Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan. Mengapa para pejuang antikorupsi, penyidik, penyelidik, dan pegawai lainnya yang selama belasan tahun ini telah memberantas korupsi, tapi malah diberhentikan dengan alasan TWK," ujar Yudi.

    Adapun hal lain yang disorot Yudi adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah memberikan instruksi kalau TWK tidak boleh dijadikan dasar pemecatan pegawai pada Mei 2021 lalu. 

    "Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya hormati, KPK harus memiliki SDM-SDM terbaik dan berkomitmen tinggi dalam upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, pengalihan status pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara, harus menjadi bagian dari upaya untuk pemberantasan korupsi yang lebih sistematis." 

    "Hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK. Baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK. Dan tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes. Kalau dianggap ada kekurangan, saya berpendapat masih ada peluang untuk memperbaiki melalui pendidikan kedinasan tentang wawasan kebangsaan dan perlu segera dilakukan langkah-langkah perbaikan pada level individual maupun organisasi," demikian kutipan pernyataan Jokowi terkait tes wawasan kebangsaan. 

    Lebih lanjut, Yudi juga meminta Kepala Negara mengambil tindakan. Menurutnya, saat ini hanya Presiden yang bisa menjadi harapan pegawai. "Kami berharap bahwa keputusan Presiden nanti adalah keputusan yang bijak demi upaya untuk menyelamatkan pemberantasan korupsi," tutur Yudi.

    Sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal TWK bakal dipecat. Mereka hanya bekerja sampai akhir bulan ini.

    "Memberhentikan dengan hormat 51 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexandre Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.

    (PRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id