comscore

Pembentukan Panja atau Pansus Kebakaran Kilang Minyak Menunggu Hasil Investigasi

Anggi Tondi Martaon - 15 November 2021 19:21 WIB
Pembentukan Panja atau Pansus Kebakaran Kilang Minyak Menunggu Hasil Investigasi
Kobaran api dari kebakaran Tangki 36 T-102, Kilang Cilacap, Minggu (14/11/2021). ANTARA/Sumarwoto
Jakarta: Sejumlah pihak mendorong pembentukan panitia kerja (panja) atau panitia khusus (pansus) menyikapi kebakaran kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) di Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Usulan tersebut sebaiknya dilakukan setelah ada hasil investigasi peristiwa yang terjadi Sabtu, 13 November 2021.

"Artinya, panja atau pansus ini memungkinkan dibuat jika sudah ada landasan yang jelas," kata anggota Komisi VII DPR Adian Napitupulu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 15 November 2021.
Dia menyampaikan investigasi harus dilakukan. Sehingga, dapat diketahui dengan jelas penyebab kebakaran kilang minyak yang terjadi di Indonesia.

Menurut dia, banyak spekulasi yang muncul usai kejadian kebakaran kilang minyak di Cilacap. Mulai dari faktor alam hingga sabotase.

"Sabotase oleh siapa, apakah ini kepentingan politik, bisnis mafia migas misalnya sehingga membuat kita impor lagi, impor lagi," ujar dia.

Dia menyampaikan berbagai spekulasi tersebut hanya bisa dihentikan setelah melalui penyelidikan mendalam. Dia mengeklaim Komisi VII akan melakukan investigasi untuk mencari fakta kebakaran yang melanda kilang minyak di Cilacap.

"Kita akan melakukan kunjungan langsung ke sana dan juga melakukan berbagai macam verifikasi terhadap berbagai macam informasi yang sudah kita dapatkan," ujar dia.

Baca: Pertamina Dukung Proses Penyelidikan Penyebab Kebakaran Kilang Cilacap

Sementara itu, Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Fraksi PDI Perjuangan di Komisi VII, Dony Mariadi Oekon, menyampaikan investigasi untuk memperjelas penyebab kebakaran. Menurut dia, faktor alam bukan penyebab utama kebakaran.

"Jangan sedikit-sedikit kita bicara ini petir, ini bencana alam. Setiap tahun petir selalu ada kok, ini harus jelas karena apa," tegas dia.

Hal senada disampaikan anggota Komisi VII DPR Nasyirul Falah Amru. Dia mempertanyakan standar keamanan yang diterapkan Pertamina mengurangi potensi kebakaran.

"Konon katanya pengamanannya adalah standar internasional, standar internasional kalah dengan petir. Nah ini semuanya irasional semua," kata Nasyirul.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id