Pemerintah Diminta Atur Platform Penyiaran

Whisnu Mardiansyah - 17 April 2018 19:20 wib
CEO Medcom.id Muhammad Mirdal - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
CEO Medcom.id Muhammad Mirdal - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Jakarta: CEO Medcom.id Muhammad Mirdal meyakini industri televisi masih mampu bertahan 20 tahun ke depan. Dibutuhkan satu regulasi mengatur sinergi platform penyiaran televisi (TV) dengan jenis platform penyiaran lainnya. 

"Penetrasi TV masih tinggi sebenarnya. Cuma memang bagaimana mensinergikan antara platform TV dengan platform lain. Ini juga yang diatur dalam RUU Penyiaran," kata Mirdal dalam diskusi 'Quo Vadis Sistem Penyiaran: Singel Mux, Multi Mux Atau Hybrid' di Fraksi Partai NasDem, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 17 April 2018.

Di Indonesia sendiri jenis platform penyiaran beragam dan berkembang pesat. Di antaranya TV online, TV berbasis satelit dan TV kabel. Namun, belum ada regulasi yang mengakomodasi jenis-jenis penyiaran baru itu. 

(Baca juga: Skema Single Mux Dinilai tak Sesuai Demokrasi)

"Supaya tidak saling iris antara satu platform satu dengan lainnya. Tapi terjadi konvergensi dan sinergi satu sama lainya," ujarnya. 

Di sisi lain, Mirdal mengatakan semestinya RUU Penyiaran tidak mengatur teknis insfratruktur frekuensi. Melainkan konten dan isi penyiaran. 

"RUU ini seharusnya mengatur yang terkait konten. Terkait dengan bagaimana industri TV sampai 20 tahun ke depan, tidak masuk ke hal-hal teknis insfratruktur," tukas dia. 

Sebelumnya, salah satu yang paling mencuat dalam RUU Penyiaran ini adalah penetapan TVRI sebagai satu-satunya penyelenggara penyiaran. Usulan Single Mux mencuat dalam proses penggodokan draf revisi Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2012. Draf RUU Penyiaran hingga kini masih terus dibahas oleh DPR.

(Baca juga: Skema Single Mux Bebani Investor Televisi)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.