MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:25
    SUBUH 04:35
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Narasi Pancasila di Tangan Profesor Jebolan Amerika

    14 Agustus 2018 23:29 WIB
    Narasi Pancasila di Tangan Profesor Jebolan Amerika
    Ilustrasi. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Bagaimana narasi Pancasila hasil pemikiran dari profesor jebolan Amerika Serikat? Buku Indonesia Dream: Revitalisasi dan Realisasi Pancasila Sebagai Cita-Cita Bangsa karangan Elwin Tobing bisa menjawab pertanyaan kunci itu.

    Dalam buku yang akan meluncur perdana pada 20 Agustus 2018 nanti, profesor dari Universitas Azusa Pacific, Amerika Serikat, ini memaparkan bagaimana Pancasila bisa dibawa ke konteks kekinian.
    "Di dalam buku ini saya mencoba menawarkan revitalisasi narasi Pancasila sebagai cita-cita manusia dan bangsa Indonesia," kata Elwin melalui keterangan tertulis yang diterima Medcom.ID, Selasa, 14 Agustus 2018.

    Elwin menilai selama ini Pancasila cenderung berfungsi sebagai ideologi yang mengatur ketatanegaraan. Walhasil, Pancasila kurang menyentuh secara personal.

    Presiden INADATA Consulting ini dalam bukunya mencoba menggali lagi pemikiran Soekarno ketika merumuskan Pancasila. Tak hanya sebagai sistem nilai, Bung Karno ingin Pancasila bisa ditafsirkan secara personal.

    "Syarat untuk membangun bangsa Indonesia hanya dapat dilakukan dengan cara membangun manusia-manusia Indonesia yang berdasarkan sistem nilai atau cita-cita Pancasila," kata dia.

    Ketika seseorang mendengar Pancasila di benaknya bukan lagi semata-mata soal 'Bhinneka Tunggal Ika', melainkan impian menjadi manusia Indonesia yang berdaulat. 

    "Untuk menjadi manusia yang berdaulat harus memenuhi tiga syarat yaitu merdeka, berkeadilan, dan berpengetahuan,” ucap Elwin.

    Selanjutnya, kata dia, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, manusia Indonesia harus mengembangkan tiga modal, yakni modal spiritual, modal sosial, dan modal manusia. "Bila ini terwujud, maka 'Bhineka Tunggal Ika' lebih mudah terbangun, bukan lagi sebatas slogan,” kata dia.

    Dua dekade

    Gagasan Indonesian Dream lahir sekitar dua dekade lalu, tepatnya ketika Indonesia berada pada era reformasi. Saat Indonesia mengalami krisis sosial, ekonomi, politik, dan identitas.

    Krisis yang terjadi pada masa itu mendorong Elwin mendirikan Indonesian Institute pada 2002 di Amerika Serikat. Tujuannya, mengampanyekan nilai-nilai Pancasila sebagai suatu cita-cita ke seluruh masyarakat Indonesia.

    Kampanye tersebut dituangkan dalam artikel-artikel yang dipublikasikan pada laman Indonesian Institute. Selanjutnya, pada 2009 Elwin menuliskan buku yang berjudul The Indonesian Dream: The Persuit of a Winning Nation

    Tahun ini, buku yang sama kembali dicetak dengan mengalami berbagai perubahan, khususnya kebaruan data-data yang relevan dengan kondisi kekinian.

    Elwin memanfaatkan momentum hari ulang tahun ke-73 kemerdekaan Republik Indonesia untuk meluncurkan bukunya. Dua pembahas akan dihadirkan, yaitu Andrinof Chaniago dan Sarwono Kusumaatmadja. Peluncuran akan dilakukan di Perpustakaan Nasional pekan depan.

    Menurut Elwin, kedua tokoh tersebut dinilai tepat untuk memaparkan semangat cita-cita Pancasila sebagaimana yang dimimpikan Presiden Soekarno dan pendiri bangsa lainnya.

    “Saya berharap pembaca dapat mengambil nilai positif dari buku ini, khususnya mengenai perspektif terbarukan dalam hal mempersatukan bangsa. Dan saya mau ini menjadi suatu gerakan atau kampanye sosial nasional,” kata Elwin.






    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id