• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Usulan Debat Capres Berbahasa Inggris Dinilai tak Prinsipil

Faisal Abdalla - 14 September 2018 19:29 wib
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) angkat suara terkait usulan debat publik calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 menggunakan bahasa Inggris. Bawaslu menganggap usulan itu tidak prinsipil.

"Tidak pentinglah yang kayak begitu. Menurut saya Sumpah Pemuda juga sudah jelas satu bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, jadi ngapain sampai begitu-begitu," kata Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Afif mengatakan usulan penggunan Bahasa Inggris dalam depat capres/cawapres sangat bergantung pada kesepakatan yang ada. Namun, dia menggarisbawahi sejumlah forum-forum internasional malah menggunakan bahasa daerah tempat forum itu digelar.

Hal ini dianggap sebagai bentuk penegasan terhadap kewibawaan negara tersebut.
"Bahkan untuk menegakkan dignity itu beberapa negara, event acara internasional dia pidato di daerahnya pakai bahasa daerahnya sendiri, itu malah baik. Tapi unsur kesepakatan ini kan tergantung nanti yang menyepakati," tandas Afif.

Baca: PDIP Nilai Usulan Debat Berbahasa Inggris Kontraproduktif

Lebih lanjut, Afif menilai debat publik seharusnya mengedepankan substansi. Bukan malah memberdebatkan sesuatu yang tidak prinsipil.

"Ya tergantung (bisa diakomodasi atau tidak), kalau pun tidak, ya tidak masalah. Iya juga tidak masalah, tinggal kesepakatan saja. Tapi kan bukan sesuatu yang prinsipil sebenarnya," papar Afif.

Ide debat berbahasa Inggris sempat dilontarkan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto. Namun, koalisi partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membantah mengusulkan debat capres cawapres berbahasa Inggris.
 
Politikus Gerindra Fadli Zon mengatakan usulan itu adalah ide perorangan yang substansinya tidak mendesak. "Itu bukan usulan resmi. Itu usulan dari perorangan, kita belum menjadikan itu usulan resmi," kata Fadli Zon.


(YDH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.