comscore

Rachmat Gobel Ajak Pelajari Teknologi Kedokteran Iran

Arga sumantri - 08 Mei 2022 10:29 WIB
Rachmat Gobel Ajak Pelajari Teknologi Kedokteran Iran
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel kunjungan kerja ke Teheran, Iran. Foto: Dok Medcom.id.
Teheran: Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel melakukan kunjungan muhibah ke Teheran, Iran. Salah satu agendanya adalah mengadakan pertemuan dengan sebuah perusahaan teknologi kedokteran, Meditech. 

"Akibat tekanan embargo yang panjang, Iran telah mampu mengembangkan sendiri beragam teknologi, salah satunya teknologi kedokteran. Kita bisa belajar dari Iran dalam membangun kemandirian teknologi ini. Bangsa yang maju adalah bangsa yang bisa mandiri dalam sejumlah hal yang mendasar," kata Gobel dalam keterangannya, Minggu, 8 Mei 2022.
Gobel mengatakan, kunjungannya ke Iran merupakan tindak lanjut hasil pertemuannya dengan delegasi parlemen Iran saat pertemuan Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali pada Maret 2022 lalu. Saat itu, delegasi parlemen Iran mengundangnya untuk berkunjung ke Iran.

Gobel menilai Iran adalah bangsa yang berhasil membangun kemandirian teknologinya akibat terkena embargo dunia. Salah satu yang berhasil dikembangkan Iran adalah teknologi kesehatan dan kedokteran. Mereka bahkan sudah melakukan ekspor ke sejumlah negara maju, bukan hanya ke Indonesia. 

"Sedangkan Indonesia justru masih dominan impor untuk alat kesehatan maupun obat-obatannya. Iran menawarkan kerja sama agar Indonesia juga bisa memproduksi teknologi kedokteran ini di Indonesia," kata Gobel.

Baca: Gobel: Bendungan Bulango Ulu akan Perkuat Pangan

Chief executive officer (CEO) Khalil Torkan memaparkan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan Indonesia, yaitu dengan Kementerian Kesehatan, Indofarma, RS Hasan Sadikin Bandung, dan RS Sardjito Yogyakarta. Meditech mengembangkan enam bidang teknologi kedokteran, yaitu teknologi kedokteran jantung, implant tulang belakang, neurologi, medical imaging and endo surgery, operating room equipment, dan smart solutions and modular operating theatre

Salah satu produk andalannya ialah alat yang disebut Sadra A15. Ini adalah sebuah perangkat telemedisin yang misalnya diletakan di sebuah puskesmas terpencil, namun dokter spesialisnya ada di Jakarta. 

"Tawaran Iran ini tentu menarik. Karena jangan sampai investasi yang masuk ke Indonesia hanya investasi yang tidak banyak memberikan nilai tambah. Kita butuh investasi yang padat modal dan padat teknologi, salah satunya di bidang teknologi kedokteran ini," ujar Gobel.

Gobel mengatakan, masa depan dunia akan dipengaruhi oleh dua hal, yaitu masalah pangan dan masalah kesehatan. Akibat perubahan iklim dan juga politik global, saat ini dunia sedang menghadapi gejolak pangan. 

"Dunia juga masih dihantam badai virus korona. Jadi Indonesia harus bisa mandiri dalam dua hal tersebut," jelas dia. 

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id