comscore

Cegah Kasus Sipadan-Ligitan Terulang, Indonesia Bangun Mercusuar di Perbatasan

M Sholahadhin Azhar - 14 Januari 2022 08:26 WIB
Cegah Kasus Sipadan-Ligitan Terulang, Indonesia Bangun Mercusuar di Perbatasan
Wakil Menteri Pertahanan M Herindra saat meninjau pembangunan Mercusuar di Batam/Istimewa
Jakarta: Pemerintah Indonesia membangun mercusuar di Karang Singa, Kepulauan Riau, Batam. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra menyebut pembangunan mercusuar di perbatasan Indonesia-Malaysia untuk menghindari sengketa perebutan wilayah.

"Kita tidak ingin kejadian sengketa antara Indonesia dan Malaysia terkait perebutan Pulau Sipadan dan Ligitan yang akhirnya dimenangkan Malaysia di Mahkamah Internasional pada 2002 terulang," kata Herindra melalui keterangan tertulis, Jumat, 14 Januari 2022.
Pembangunan mercusuar dan helipad ini dilaksanakan Kementerian Pertahanan dan dilanjutkan Kementerian Perhubungan. Herindra mengatakan mercusuar berstruktur permanen ini menjadi titik penanda kedaulatan Indonesia.

Baca: Pemerintah Kaji Penambahan Pos Lintas Batas Negara di Papua

Mercusuar dibangun di Pulau Karang Singa yang terletak di Selat Malaka. Lokasi itu merupakan salah satu jalur lalu lintas laut terpadat di dunia.

Wamenhan menyebut pembangunan mercusuar mendesak, sebagai upaya menjaga kedaulatan NKRI. Menurut dia, di perbatasan internasional ini Singapura telah menguasai teritorial Batu Putih (Pedra Branca). Sementara itu, Malaysia sudah menguasai Karang Tengah (Middle Rock). 

"Tak boleh ada lagi sejengkal tanah yang boleh diambil oleh negara lain, kita harus tunjukkan kedaulatan kita" ucap Wamenhan. 

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan poin penting pembangunan mercusuar untuk mengimbangi infrastruktur Malaysia. Negeri Jiran telah membangun struktur permanen dan helipad di wilayah Karang Tengah. Sedangkan di Pulau Karang Singa, hanya ada pelampung atau buoy dengan ukuran kecil.

"Poin pentingnya adalah jangan jomplang. Di Malaysia mereka sudah membangun struktur permanen, sementara wilayah kita itu hanya ada 'buoy' saja. Belum permanen," kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id