comscore

Politikus PDIP Bandingkan Foto Erick Thohir di ATM dengan Anies

Medcom - 18 Mei 2022 11:00 WIB
Politikus PDIP Bandingkan Foto Erick Thohir di ATM dengan Anies
Menteri BUMN Erick Thohir . Foto: MI
Jakarta: Masyarakat dininta tidak berpolemik terkait gambar Menteri BUMN Erick Thohir di sejumlah mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Hal itu dianggap wajar karena gambar itu tidak mempromosikan Erick sebagai kandidat calon presiden.

“Menurut saya masih dalam batas kewajaran dan etika. Kecuali penampilan gambar Menteri BUMN itu bernuansa kampanye pilpres seperti gambar Anies Baswedan di kaos warga dalam program mudik Pemprov DKI. itu baru bisa disebut tidak etis bahkan cenderung manipulasi,” kata Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Rabu, 18 Mei 2022.
Menurutnya, kalau sekadar tampilan gambar pribadi, semua kementerian menaruh foto para menterinya dalam semua materi, wahana maupun media komunikasi publiknya. Hal yang sama juga dilakukan kepala daerah. “Sepanjang tidak ada aturan atau kepatutan yang dilanggar, harusnya bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Batasnya jelas menurut saya, regulasi dan etika atau kepantasan,” katanya.

Deddy memahami kehadiran Erick yang intens di ruang publik, termasuk media sosial menuai pro dan kontra karena dikait-kaitkan dengan isu pencalonan pilpres.  “Sah-sah saja orang berargumentasi, tetapi fundamentalnya adalah apakah ada hukum dan kepatutan yang dilanggar? Itu yang seharusnya jadi perdebatan,” ujar Deddy. 

Menurutnya, Erick punya hak politik. dan jabatan menteri merupakan jabatan politis, sehingga wajar mendapatkan keuntungan politik dari jabatan yang diembannya. 

“Semua terpulang kepada aturan yang ada, sikap Presiden dan apakah Sang Menteri bisa fokus dalam menjalankan tugas pokoknya,”lanjut Deddy. 

“Kalau tanggung jawabnya sebagai Menteri bisa dilakukan dengan baik, promosi dan aktivitas publik serta media sosial itu tentu akan memberikan manfaat. Tetapi bila publik menganggap gagal, aktivitas dan upaya promosi itu justru akan menimbulkan anti-pati dan reapon negatif publik,” tandasnya.

Soal kinerja, Deddy menilai Erick Thohir memiliki rekam jejak yang lumayan baik, terutama jika dilihat dari beberapa terobosan. Seperti merger usaha mikro yang banyak membantu masyarakat bawah. 

“Kita lihat BUMN juga berkinerja baik dalam penanganan pandemi, pemulihan ekonomi nasional serta transformasi bisnis beberapa BUMN dan penanganan BUMN bermasalah. Erick Thohir, selain memiliki leadership yang kuat, juga punya dream team yang kuat dalam sosok dua Wakil Menteri yang mumpuni,” tambah Deddy.

Tetapi begitupun, Deddy mengatakan bukan berarti semuanya sempurna. Baginya, Erick juga punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di BUMN,. Misalnya bagaimana menyelesaikan masalah Garuda Indonesia secara tuntas, penyehatan BUMN Karya, memacu kinerja holding pangan dan penyehatan BUMN yang bermasalah. 

“Dan yang paling penting serta ditunggu oleh publik adalah langkah-langkah kongkrit transformasi BUMN untuk dapat rebound pasca pandemi Covid-19,” kata Deddy.

(FZN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id