Jokowi Ingin Raksasa Industri Keuangan Syariah Indonesia Bangkit

    Theofilus Ifan Sucipto - 28 Oktober 2020 18:41 WIB
    Jokowi Ingin Raksasa Industri Keuangan Syariah Indonesia Bangkit
    Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Presiden Joko Widodo menegeskan potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia harus dimanfaatkan lebih maksimal. Apalagi, Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

    "Industri keuangan syariah adalah raksasa yang sedang tidur. Saat ini pemerintah memiliki perhatian besar untuk membangkitkan raksasa ini," kata Jokowi dalam pembukaan acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-7 Tahun 2020, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Jokowi menuturkan keuangan syariah tak hanya diminati negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Tapi, negara seperti Jepang, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat.

    Kepala Negara menyebut keuangan syariah bisa mengakselerasi pengembangan ekonomi nasional. Sistem tersebut juga menjadi bagian menuju Indonesia Maju dan upaya menjadikan Indonesia pusat rujukan ekonomi syariah global.

    Sejumlah strategi ditempuh untuk mewujudkan hal itu, yakni penguatan rantai nilai halal, penguatan keuangan Islam, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kemudian penguatan ekonomi digital sebagai bentuk adaptasi perubahan zaman.

    “Ini menjadi momentum mengembangkan potensi ekonomi dan keuangan syariah lebih jauh dengan membuat peta jalan yang jelas dan detail serta menentukan langkah-langkah konkret,” ujar Jokowi.

    Jokowi menyampaikan pemerintah Indonesia telah mengembangkan keuangan syariah dari tingkat bawah. Caranya mengembangkan bank mikro di berbagai wilayah Indonesia yang bekerja sama dengan pondok-pondok pesantren.

    “Saya berharap industri keuangan syariah dapat menjadi instrumen keuangan alternatif untuk memajukan ekonomi rakyat,” tutur dia.

    Selain itu, ada potensi lain dari pengembangan ekonomi syariah berbasis sektor riil, padat karya, dan industri halal. Yakni memperluas penyerapan tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru.

    "Negara kita punya banyak produk halal unggulan. Produk makanan, kosmetika, juga fesyen. Untuk fesyen kita bahkan punya cita-cita menjadi pusat fesyen muslim dunia," kata Presiden.

    Namun, potensi besar industri halal belum tergarap dengan baik. Harus ada pengembangan yang integratif dan komprehensif sembari membenahi ekosistem industri syariah.

    “Juga menyederhanakan regulasi agar lebih efektif dan efisien, serta mempersiapkan sumber daya manusia pendukungnya dengan baik,” ucap Jokowi.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id