Partai Politik Dinilai Masih Berjarak dengan Masyarakat

    Theofilus Ifan Sucipto - 09 April 2021 03:50 WIB
    Partai Politik Dinilai Masih Berjarak dengan Masyarakat
    Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan. Foto: Medcom/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menilai partai politik (parpol) masih berjarak dengan masyarakat. Sedianya, salah satu fungsi parpol, yakni menjembatani negara dengan masyarakat.

    “Simplifikasinya, posisi partai lebih banyak ke negara. Hubungannya dengan masyarakat agak terlupakan,” kata Djayadi dalam diskusi virtual, Kamis, 8 April 2021.






    Djayadi menyebut fungsi parpol lainnya, yakni mendorong perkembangan masyarakat sipil yang demokratis. Alhasil, parpol diwajibkan menyelesaikan masalah faksi-faksi internal partai secara demokratis.

    Menurut Djayadi, kerenggangan dengan masyarakat lahir dari kurang transparannya aktivitas parpol. Dia mengibaratkannya dengan kotak hitam atau black box.

    Baca: Reformasi Partai Politik Dinilai Mendesak

    “Tahu-tahu keluar keputusan parpol menolak revisi Undang-Undang Pemilu. (Publik) tidak tahu prosesnya bagaimana, tinggal menerima saja,” ujar dia.

    Djayadi mengutip hasil survei nasional LSI pada Januari 2021. Hasilnya, tingkat identifikasi partai hanya 12 persen.

    “Artinya partai-partai tidak mampu menarik masyarakat untuk mengidentifikasi diri dengan partai tersebut,” papar Djayadi.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id