Pemerintah dan Kepolisian Diminta Mengawasi Eks Anggota FPI

    Anggi Tondi Martaon - 06 Januari 2021 19:04 WIB
    Pemerintah dan Kepolisian Diminta Mengawasi Eks Anggota FPI
    Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Dok. Istimewa
    Jakarta: Pemerintah dan kepolisian diminta mengawasi eks anggota Front Pembela Islam (FPI). Mereka dinilai tak tinggal diam merespons pembubaran.

    "Jadi pihak kepolisian juga hendaknya masih mengawasi gerak-gerik orang yang pernah bergabung dengan FPI ini, dan mem-blacklist semua mantan pengurus FPI yang lama," kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Januari 2021.

    Salah satu upaya yang bakal dilakukan yaitu membentuk organisasi masyarakat (ormas) baru. Yakni Front Persaudaraan Islam (FPI).

    Politikus Partai NasDem itu menilai, pengajuan pembentukan ormas baru tersebut seharusnya ditolak oleh pemerintah. Sebab, mayoritas ormas baru merupakan anggota organisasi yang sudah dilarang.

    Baca: PPATK Bekukan Rekening FPI karena Indikasi Pencucian Uang

    "Terutama memang dikenali mereka dari pengurus teras FPI, ya pemerintah dalam hal ini Kemenkum HAM (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia) perlu me-review kemudian menolak izinnya," ungkap Sahroni.

    Sebelumnya, pemerintah membubarkan FPI melalui surat keputusan bersama enam menteri dan kepala lembaga pada 30 Desember 2020. FPI dilarang berkegiatan serta menggunakan simbol serta atribut organisasi.

    Keputusan itu diambil karena FPI melanggar berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan. Di antaranya melakukan sweeping hingga mendukung jaringan teroris internasional, yaitu Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS).

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id