Jokowi Marah untuk Memotivasi Menteri

    Nur Azizah - 13 Juli 2020 18:35 WIB
    Jokowi Marah untuk Memotivasi Menteri
    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait covid-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Foto: Antara/afidz Mubarak A
    Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut kemarahannya di sidang kabinet paripurna pada Kamis, 18 Juni 2020, demi menggenjot kinerja bawahannya. Ia ingin seluruh menteri kerja lebih keras lagi.

    "Bukan marah, tapi memotivasi," kata Jokowi saat berbincang santai dengan wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Jokowi menginginkan para menteri Kabinet Indonesia Maju mengantisipasi puncak pandemi covid-19. Penyebaran virus korona diprediksi berada di tingkat tertinggi pada Agustus atau September 2020.

    "Kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda. Oleh sebab itu saya minta menteri bekerja keras," tutur dia.

    Kepala Negara sempat mengancam merombak para pembantunya bila tak bekerja maksimal. Kemarahannya ia tumpahkan saat sidang kabinet paripurna 18 Juni 2020.

    Kepala Negara menyoroti laporan belanja di kementerian-kementerian yang masih biasa saja. Jokowi memerintahkan anggaran yang telah dikeluarkan segera diberikan kepada masyarakat.

    "Misal bidang kesehatan dianggarkan Rp75 triliun baru keluar 1,35 persen coba, uang beredar kerem di situ semua," kata Jokowi.

    Dia memerintahkan uang segera dikeluarkan dengan penggunaan tepat sasaran. Jokowi menyebut pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, belanja untuk peralatan harus segera dikeluarkan.

    Jokowi juga menyoroti pembagian bantuan sosial. Dia memerintahkan bantuan sosial segera dibereskan.

    "Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary harus 100 persen," tutur dia.

    Baca: Ancaman Reshuffle Dinilai Pendongkrak Perekonomian Nasional

    Jokowi menegaskan segala usaha harus dilakukan demi menyelamatkan 267 juta masyarakat Indonesia. Dia mengancam bakal mengambil tindakan keras bila tak ada perubahan.  

    "Bisa saja membubarkan lembaga negara, bisa ada reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang) yang lebih penting lagi," tegas Jokowi.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id