Laporan Rencana Realokasi Anggaran Kemendikbud Dikritisi

    Anggi Tondi Martaon - 26 Maret 2020 18:46 WIB
    Laporan Rencana Realokasi Anggaran Kemendikbud Dikritisi
    Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi X Abdul Fikri Faqih mengkritisi laporan realokasi anggaran guna penanganan virus korona (covid-19) yang diajukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Laporan realokasi disebut belum lengkap. 

    "Baru semalam disampaikan tetapi itu belum jelas, belum lengkap," kata Abdul Fikri Faqih kepada Medcom.id, Kamis, 26 Maret 2020.

    Ia menuturkan setidaknya ada beberapa poin yang harus dijelaskan secara rinci oleh Kemendikbud. Misalnya, program apa saja yang mengalami perubahan. Kemudian, penjelasan soal pengalihan anggaran.

    "Misalnya Rp405 miliar, itu diambil dari Ditjen (direktorat jenderal) mana saja. Kalau secara lisan sudah menyampaikan, tapi di bahan yang diserahkan belum jelas," ungkap dia.

    Baca: Rp405 Miliar Anggaran UN Dialihkan untuk Penanganan Korona

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tidak ingin realokasi anggaran mengganggu program yang sudah disepakati. Jangan sampai, kata dia, program salah satu direktorat jenderal nantinya tak jalan setelah wabah korona berakhir.

    "Gara-gara disedot semuanya untuk kepentingan yang sekarang ini," sebut dia.

    Ia menyampaikan DPR memang tak lagi berwenang membahas anggaran hingga tingkat kegatan dan jenis belanja (satuan tiga) berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, Komisi X ingin mengetahui gambaran program realokasi anggaran yang dibuat pemerintah.

    "Supaya pengawasan jelas. Misalnya, untuk relawan. Relawan itu apakah khusus di kemendikbud saja, karena kementerian lain juga kan merekrut relawan," ujarnya.

    Ia pun mendesak Kemendikbud melampirkan laporan realokasi anggaran dengan jelas dan rinci. Dengan begitu, potensi pelanggaran dalam pengalihan anggaran juga bisa ditekan.

    "Jangan sampai karena alasan bencana, goverment atau tata kelola tidak sesuai dengan UU. Kita juga takut disalahkan," ucap dia.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id