Pertumbuhan Ekonomi 100 Hari Jokowi Dikritisi

    Yurike Budiman - 24 Februari 2020 06:06 WIB
    Pertumbuhan Ekonomi 100 Hari Jokowi Dikritisi
    Suasana hasil survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) di kawasan Cikini, Jakarta. Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Sebanyak 33 persen dari 2.197 responden survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI), merasa tak puas dengan pertumbuhan ekonomi pada 100 hari masa kerja Presiden Joko Widodo. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menyebutkan tiga penyebab.

    "Masyarakat rata-rata sangat kesulitan untuk menjangkau harga-harga yang kadang turun naik. Yang kedua, pertumbuhan ekonomi yang stuck di angka 5 persen," kata Adi, dalam Evaluasi Kinerja 100 hari Jokowi-Ma'ruf, di Cikini, Minggu, 23 Februari 2020.

    Baca: Mayoritas Masyarakat Puas Terhadap Kinerja Jokowi-Ma'ruf

    Faktor ketiga, lanjutnya, banyak masyarakat yang mengatakan untuk mendapatkan pekerjaan, cukup susah dalam era Jokowi-Ma'ruf.

    "Tiga indikator inilah yang kemudian membuat kinerja di bidang ekonomi periode Jokowi ini kurang memuaskan. Ini yang sangat menonjol. Baru kemudian aspek hukum dan politik lalu aspek agama dan lainnya, namun persoalan yang paling kuat adalah ekonomi," jelas Adi.

    Pertumbuhan Ekonomi 100 Hari Jokowi Dikritisi
    Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Desi Anggraeni.

    Menurutnya, harapan publik terhadap Jokowi relatif stagnan. Bahkan cenderung menurun meskipun sedikit. Penyebabnya, karena belum ada gebrakan di bidang ekonomi.

    "Menteri-menteri ekonomi sekira menjadi sorotan karena kinerja di bidang ekonomi itu mendapatkan sorotan publik," pungkasnya.

    Baca: Survei: Kombinasi Militer-Sipil Paling Disukai untuk Pilpres 2024

    Survei Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) melibatkan 2.197. Sampel diambil sejak 25 Januari hingga 10 Februari 2020 menggunakan metode multi stage random sampling.

    Jumlah responden di tiap provinsi diambil secara proporsional berdasarkan data jumlah penduduk hasil sensus terakhir (BPS, 2010). Kriteria responden adalah masyrakat yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah. Tingkat kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95 persen dengan margin of error sebesar 2,13 persen. 



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id