Demokrat Usul Benny Tjokro Jadi Justice Collaborator

    Anggi Tondi Martaon - 13 Februari 2020 00:56 WIB
    Demokrat Usul Benny Tjokro Jadi <i>Justice Collaborator</i>
    Asuransi Jiwasyara. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengusulkan tersangka kasus gagal bayar Jiwasraya Benny Tjokro menjadi justice collaborator. Pengakuan Benny bisa mengungkap kasus ini terang benderang.

    "Bisa jadi justice collaborator sebenarnya untuk membuka semua," kata Hinca di Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Selain itu, ia mengusulkan Panja mengundang Benny Tjokro ke Komisi III. Tersangka utama dalam kasus Jiwasraya itu diyakini memiliki banyak informasi yang bisa dikembangkan aparat penegak hukum.

    "Kalau besok Jampidsus tidak bisa menjelaskan, maka perlu kita panggil Bnnny Tjokro. Benny bicara saja semua yang dia tahu," ujar dia.

    Panitia Kerja (Panja) Penegakkan Hukum Jiwasraya akan menggelar rapat bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) hari ini, Kamis, 13 Februari 2020. Komisi hukum itu akan meminta keterangan terkait perkembangan pengungkapan kasus perusahaan asuransi plat merah tersebut.

    Demokrat Usul Benny Tjokro Jadi <i>Justice Collaborator</i>
    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

    Salah satu poin yang ingin ditindalanjuti terang Hinca terkait keluhan Benny Tjokro. Direktur PT. Hamson Internasional itu mempertanyakan alasan dirinya dijadikan kasus PT Jiwasraya (Persero).

    "Kita ingin tahu bagaimana kejaksaan merespon itu. Apakah dianggap angin lalu?" ujarnya.  

    Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka yakni Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
     
    Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
     
    Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
     
    Serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.





    (EKO, WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id