Bawaslu Soroti Partisipasi Masyarakat Adat di Pilkada 2020

    Sri Yanti Nainggolan - 25 Februari 2020 16:05 WIB
    Bawaslu Soroti Partisipasi Masyarakat Adat di Pilkada 2020
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyoroti dimensi partisipasi dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pasalnya, masih ada problematika dari sisi pemilih. 

    "Terkait dengan persoalan DPT (daftar pemilih tetap), kita harus liat persoalan tak cuma masyarakat tapi juga masyarakat adat," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam konferensi pers Bawaslu di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.

    Menurut dia, di beberapa daerah, masyarakat adat tak masuk sebagai DPT. Hal ini menyebabkan indeks kerawanan pemilu (IKP) 2020 terkait partisipasi tinggi.

    "Dan kita juga masih punya masalah terkait masyarakat berkebutuhan khusus atau disabilitas," jelas dia.

    Fritz berharap IKP dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan dalam suatu daerah, baik Bawaslu maupun pemerintah daerah. Pasalnya, tiap daerah memiliki karakteristik berbeda. 

    "Kalau partisipasi rendah di sebuah daerah, masalahnya apa. Itu bisa dipetakan (dalam IKP)," imbuh dia. 

    Bawaslu Soroti Partisipasi Masyarakat Adat di Pilkada 2020
    Komisioner Bawaslu Fritz Edward. Foto: MI/Susanto

    Baca: Survei: Pamor Soeharto Turun pada 2020

    IKP 2020 menyebutkan Kabupaten Mamuju memiliki skor kerawanan tertinggi, yaitu 94,89. Kabupaten Kotawaringin Timur (93,77) di posisi kedua, disusul Kabupaten Manggarai Barat (91,95), Kabupaten Kotabaru (87,44), dan Kabupaten Mamuju Tengah (86,32). 

    Provinsi dengan IKP partisipasi tertinggi yakni Sumatra Barat dengan skor 100. Posisi kedua diduduki Sulawesi Utara (97,69), disusul Kalimantan Selatan (94,62), Kalimantan Tengah (93,78), Bengkulu (92,83), Sulawesi Tengah (90,52), Kalimantan Utara (89,75), Kepulauan Riau (84,75), dan Jambi (84,14).



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id