Pilkada Bisa Ditunda Jika Wabah Korona Tak Terkendali

    Anggi Tondi Martaon - 17 Maret 2020 20:45 WIB
    Pilkada Bisa Ditunda Jika Wabah Korona Tak Terkendali
    Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
    Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta tidak ragu menunda Pilkada Serentak 2020 jika wabah korona tak bisa dikendalikan. Keselamatan warga negara dipertaruhkan jika pesta demokrasi itu dipaksakan.

    "Bagi kami pemilu penting. Tapi kesehatan dan keamanan warga negara itu lebih utama lagi," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini kepada Medcom.id, Selasa, 17 Maret 2020.

    Menurutnya, menunda pemungutan suara pilkada serentak tidak menyalahi aturan perundang-undangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terdapat opsi pemilihan lanjutan atau pemilihan susulan.

    Baca: KPU Diminta Tinjau Ulang Pelaksanaan Pilkada Imbas Korona

    Contohnya Pilkada 2015. Pemungutan suara di lima daerah diundur dari jadwal yang ditetapkan. Salah satunya, jadwal pilkada Kalimantan Tengah yang digeser karena sengketa pencalonan berlarut-larut.

    KPU harus berani menunda beberapa rangkaian yang akan dilaksanakan demi asas keselamatan. Misalnya penerimaan dan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS), verifikasi faktual bakal pasangan calon perseorangan, serta pemutakhiran data pemilih.

    "Dan penundaan ini belum tentu berimpilkasi pada pemungutan suara masih panjang, bulan September," ujar dia.

    Namun Titi menilai, isu penundaan pemungutan suara masih dijadwalkan pada 23 September 2019. Dia berharap wabah korona bisa segera teratasi.

    Baca: Penundaan Pilkada Tak Diatur dalam UU



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id