Prabowo Akan Sisir Proyek Bermasalah di Kemenhan

    Damar Iradat - 23 November 2019 01:55 WIB
    Prabowo Akan Sisir Proyek Bermasalah di Kemenhan
    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
    Jakarta: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menyisir sejumlah proyek yang diduga bermasalah di Kementerian Pertahanan. Ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta agar orientasi pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) tidak hanya untuk penyerapan anggaran atau sekadar proyek.

    "Kita akan review semua, akan lihat. Beliau (Presiden Jokowi) sangat tegas kepada saya, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada penyimpangan, penyelewengan," kata Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. 

    Prabowo menegaskan ingin menjaga agar tidak ada kebocoran maupun penggelembungan anggaran di kementeriannya. Semua pengadaan alutsista pun akan dikaji dengan detail.

    Prabowo menekankan setiap pengadaan alutsista akan dicek kembali tepat atau tidak soal harga dan teknologinya. Alutsista itu juga harus benar-benar dibutuhkan seluruh pasukan TNI. 

    Prabowo juga janji akan memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri untuk pengadaan alat perang. Sebab, menurut dia, ada banyak industri pertahanan di dalam negeri. Misalnya, PT. Pindad, PT. PAL, ada PT. Dirgantara Indonesia (DI), PT Len Industri (Persero), dan PT Dahana. 

    "Ada juga perusahaan swasta yang hebat-hebat juga," ucap eks Pangkostrad itu.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya meminta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyediakan alat mutakhir untuk mengantisipasi perang di masa mendatang. Jokowi tak ingin, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang usang.

    Menurut Jokowi, pengadaan alutsista harus betul-betul memperhitungkan dan mengantisipasi teknologi persenjataan yang berubah begitu cepat. Pengadaan alutsista ini, juga harus mempertimbangkan corak peperangan di masa yang akan datang.

    "Jangan sampai pengadaan alusista kita lakukan dengan teknologi yang sudah usang, sudah ketinggalan, dan tidak sesuai dengan corak peperangan di masa yang akan datang," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai kebijakan pengadaan alutsista di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id