Taring KPPU Perlu Diasah Atur Transportasi Daring

    Theofilus Ifan Sucipto - 21 Juni 2019 14:36 WIB
    Taring KPPU Perlu Diasah Atur Transportasi Daring
    Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Harryadin Mahardika menilai peran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu diperkuat. Hal ini untuk menjaga persaingan transportasi berbasis aplikasi tetap sehat.

    "KPPU punya keterbatasan pengawasan. Kita perlu mendorong DPR menguatkan KPPU," kata Harryadin dalam diskusi di Restoran Beautika, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Juni 2019.

    Saat ini, terang Harryadin, aplikator transportasi dari hanya dua, yaitu Grab dan Go-Jek. Hal itu membuat sistem duopoli, yaitu hanya dua perusahaan yang menguasai pasar.

    Harryadin menilai sistem duopoli berpotensi membuat Grab dan Gojek berusaha memonopoli pasar menjadi satu-satunya aplikator ojek dan taksi daring yang menguasai pasar. Dia mengatakan game theory berpotensi terjadi. 

    "Game theory adalah pemain bisnis yang lebih besar menekan pemain kecil sampai titik tertentu dan akhirnya hilang," tutur dia.

    Baca: KPPU Diminta Pantau Diskon Transportasi Berbasis Aplikasi

    Harryadin menilai saat ini Grab lebih mendominasi pasar dari Go-Jek. Pasalnya, investasi yang masuk ke Grab lebih. "Saya melihat Grab sumber finansialnya lebih kuat," imbuh dia.

    Kendati begitu, dia menilai saat ini pemerintah belum perlu mengundang aplikator asing untuk bersaing. Pasalnya, masih banyak inovasi yang bisa dilakukan Grab dan Go-Jek, seperti penetrasi ke kota-kota lain di Indonesia. 

    "Namun pemerintah wajib memastikan hasrat (salah satu aplikator) memonopoli pasar tidak terwujud," pungkas Harryadin.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id