Muhammadiyah Tolak Omnibus Law Bila Berujung Liberalisasi SDA

    Antara - 28 Januari 2020 22:24 WIB
    Muhammadiyah Tolak Omnibus Law Bila Berujung Liberalisasi SDA
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menolak keras Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Terutama, bila RUU itu dirancang sebagai sarana liberalisasi sumber daya alam.

    "Dan menguntungkan kepentingan ekonomi segelintir pemodal," kata Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah Trisno Raharjo di Jakarta, seperti melansir Antara, Selasa, 28 Januari 2020.

    Dia mengatakan ada indikasi RUU tentang Omnibus Law itu bertentangan dengan kedaulatan rakyat dan sila kelima Pancasila.

    Sementara, Ketua bidang Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengatakan pembahasan Omnibus Law tidak terbuka. Naskah akademik regulasi tersebut juga tidak pernah dibuka kepada publik.

    "Sampai sekarang semua yang hadir di sini tadi tidak menemukan naskah akademik," kata Busyro.

    Dia juga mengaku belum menerima keterangan soal naskah akademik RUU tentang Omnibus Law meski sudah meminta ke pemerintah. Kementerian Koordinator bidang Perekonomian juga dinilai tidak secara transparan membuka naskah akademiknya.

    Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ini akan merevisi 79 UU dengan 1.244 pasal yang ada di dalamnya. Ada 11 klaster yang diharapkan bisa mereformasi regulasi agar penataan dilakukan secara sekaligus terhadap banyaknya peraturan perundang-undangan.
     
    Ke-11 kluster itu berisi Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, Ketenagakerjaan, Kemudahan, Pemberdayaan, dan Perlindungan UMKM, Kemudahan Berusaha, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Investasi dan Proyek Pemerintah, dan Kawasan Ekonomi.





    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id