DPR Habiskan Waktu Berbulan-bulan Bahas Satu Pasal

    M Sholahadhin Azhar - 18 Agustus 2019 18:02 WIB
    <i>DPR Habiskan Waktu Berbulan-bulan Bahas Satu Pasal</i>
    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto:Antara/Puspa Perwitasari)
    Jakarta: Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam membuat undang-undang mendapat sorotan. Wakil Presiden Jusuf Kalla membandingkan DPR dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

    "Jadi draf konstitusi itu sebenarnya hanya dibicarakan 10 hari oleh tokoh-tokoh di BPUPKI. Kita satu pasal kadang-kadang berbulan-bulan dibahas di DPR," ucap Kalla saat peringatan Hari Konstitusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu, 18 Agustus 2019.

    Baca: PDIP Jamin Amendemen Terbatas Tak Sentuh Pilpres

    Sindiran Kalla sontak menyambut tawa hadirin, yang sebagian besar mahasiswa. Menurut Wapres, kualitas legislatif saat ini jauh jika dibandingkan dengan pemerintah di era Presiden Soekarno.

    Saat itu, pendiri bangsa paham betul urgensi berdirinya Indonesia sebagai suatu negara kesatuan. Kalla berterimakasih pada mereka yang telah memproklamirkan kemerdekaan dan memformulasikan konstitusi negara.

    Harusnya, DPR sebagai lembaga berwenang saat ini meniru prestasi para pendahulu. Jangan sampai terlalu lama membahas suatu pasal. Lebih lanjut, Kalla memaparkan Indonesia telah beberapa kali mengubah konstitusi.

    "Kita sudah hidup dengan empat macam konstitusi. Jadi apa yang tidak berubah dari konstitusi? Yaitu mukamidah. UUD 1945, UU RIS, UUDS, UUD 1945 yang diamendemen, mukadimahnya (tidak diubah)," kata Kalla.

    Baca: Ketua MPR Kritik Kinerja DPR

    Dia mengatakan mukadimah menjadi komponen penting konstitusi. Di dalamnya memuat dasar dan tujuan berdirinya Indonesia, sehingga tak perlu diubah.

    "Itu tidak berubah di bangsa kita. Tidak ada yang berani dan tidak perlu ada yang berubah dari dasar dan tujuan. Yang berubah itu ayat-ayatnya," ucap mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id