NasDem Dorong RUU PKS Disahkan

    Fachri Audhia Hafiez - 07 Desember 2019 04:14 WIB
    NasDem Dorong RUU PKS Disahkan
    Ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi
    Padang: Anggota Komisi VIII Fraksi NasDem Lisda Hendrajoni mendorong Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (UU PKS) disahkan. Pasalnya, penanganan dan penyelesaian kekerasan seksual dinilai kerap menemui jalan buntu.

    "Fraksi NasDem mendorong agar RUU PKS segera disahkan karena angka kekerasan seksual terhadap perempuan meningkat dan juga penyelesaian kasus kekerasan seksual ini merugikan korban," jelas Lisda di Padang, Sumatera Barat, Jumat, 6 Desember 2019.

    Dalam rapat kerja dengan Menteri Sosial beberapa waktu lalu, Lisda telah menyampaikan salah satu faktor terjadinya kekerasan seksual akibat dari kemiskinan. Dia mendesak Kementerian Sosial untuk lebih mengefektifkan lembaganya dan menekan angka kasus kekerasan seksual.

    Hal ini juga diperparah dengan lemahnya penetapan sanksi maupun hukuman jenis kasus kekerasan seksual terhadap korban perempuan. "Korban dan keluarga harus mendapat dukungan, pemulihan dan perlindungan dari negara," ujar Lisda.

    Menurut Lisda, akibat lambannya pengesahan RUU PKS berdampak pada pemerkosaan kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur di Kota Padang, Sumatera Barat. Aksi bejat itu menyebabkan korban mengidap kanker rektum stadium empat.

    Lisda berharap penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada pelaku sesuai dengan UU yang berlaku. Hukuman diharapkan memberikan efek jera agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

    Lisda mengaku telah membesuk korban yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta bersama anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam kesempatan itu, dia meminta pemerintah dan instansi terkait dapat memfasilitasi dalam upaya pengobatan hingga bantuan kepada keluarga korban.

    Dia juga mendesak pemerintah berupaya memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian melakukan deteksi dini terhadap lingkungan, agar peristiwa itu tak terulang.

    "Peristiwa seperti ini tidak boleh terulang lagi. Maka kita semua harus melakukan antisipasi dini agar kasus serupa tidak terulang lagi. Caranya dapat dilakukan dengan melibatkan semua elemen masyarakat baik di tingkat daerah maupun pusat," pungkas Lisda.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id