comscore

Masa Tahanan Predator Seksual Ditambah Pidana Pokok, Jika Hartanya Tak Menutupi Biaya Restitusi

Anggi Tondi Martaon - 31 Maret 2022 21:28 WIB
Masa Tahanan Predator Seksual Ditambah Pidana Pokok, Jika Hartanya Tak Menutupi Biaya Restitusi
Ilustrasi penahanan. (Medcom.id)
Jakarta: Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) mengatur ketentuan penyitaan harta terpidana kekerasan seksual jika tak mampu membayar restitusi kepada korban. Ancaman pidana ditambah jika harta terpidana yang disita tidak mencukupi biaya restitusi korban. 

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej saat membacakan bunyi salah satu ayat Pasal 23 RUU TPKS. Ketentuan tersebut mengatur ketentuan restitusi.
"Terpidana dikenai pidana penjara pengganti tidak melebihi ancaman pidana pokok dalam pasal tersebut," kata Edward di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 31 Maret 2022.

Awalnya, pidana tambahan yang tercantum dalam daftar inventaris masalah (DIM) RUU TPKS jika hasil penyitaan harta selama setahun. Namun, hal itu tidak disetujui Panitia Kerja (Panja) karena dianggap ringan.

Baca: Pemerintah dan DPR Komitmen RUU TPKS Berkeadilan Bagi Korban

Pihak pemerintah pun mengubah ketentuan pemberatan hukuman tersebut dari satu tahun menjadi pidana pokok. Sehingga, keberadaan RUU TPKS benar-benar menimbulkan efek jera dan membuat takut masyarakat melakukan kekerasan seksual.

"Kalau (mengutamakan) efek jera sudah, kembali ke ketentuan ancaman pidana. Ini pilihan," ujar dia.

Ketentuan tersebut disetujui Panja dan pemerintah. Sehingga, terpidana kekerasan seksual bakal mendapatkan penambahan masa tahanan jika tak mampu membayar biaya restitusi korban.

Berikut bunyi ketentuan pemberatan hukuman terpidana kekerasan seksual jika tak mampu membayar restitusi, yaitu:

"Jika harta kekayaan terpidana yang disita sebagaimana yang dimaksud ayat 10 tidak mencukupi restitusi, terpidana dikenai pidana penjara pengganti tidak melebihi ancaman pidana pokok dalam pasal tersebut"

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id