Kecintaan Kepada KPK Tak Boleh Buta

    Faisal Abdalla - 11 September 2019 19:42 WIB
    Kecintaan Kepada KPK Tak Boleh Buta
    Ilustrasi. MI/Susanto
    Jakarta: Ahli Hukum Pidana Kapitra Ampera menilai revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bentuk evaluasi kinerja. Rencana revisi itu jangan dianggap bentuk pelemahan KPK.

    "Jangan berpikir ketika kita mengevaluasi, mengoreksi, memberikan masukan kepada KPK, lalu dianggap membenci KPK dan dianggp kita prokoruptor," kata Kapitra dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 September 2019.

    Kapitra menyebut revisi UU KPK diributkan. Revisi UU memang wewenang legislasi DPR.

    Dia juga berani menjamin tak ada satu pihakpun yang ingin melemahkan KPK lewat revisi UU tersebut. Kapitra menegaskan semua masyarakat Indonesia mencintai KPK.

    Namun, masyarakat yang cinta KPK harus membenahi UU. Hal ini untuk memperkuat indpendensi dan memastikan KPK tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku.

    "Kecintaan kita pada KPK tidak boleh buta dan membuat KPK tidak berjalan secara hukum," tuturnya.

    Wakil Sekjen Bidang Hukum DPP PPP, Ade Irfan Pulungan meminta semua pihak tak perlu curiga dengan rencana revisi UU KPK. Revisi UU KPK justru dilakukan agar fungsi-fungsi pemberantasan korupsi yang dilakukan Lembaga Antirasuah itu semakin sempurna karena belum tentu kinerja lembaga itu sudah seluruhnya baik.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id