Masyarakat Diminta Tak Meresahkan PMA Majelis Taklim

    Nur Azizah - 03 Desember 2019 09:53 WIB
    Masyarakat Diminta Tak Meresahkan PMA Majelis Taklim
    Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid. MI/Ramdani.
    Jakarta: Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meminta masyarakat tak resah dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Majelis Taklim. PMA itu menjadi panduan masyarakat membentuk majelis taklim.

    "PMA ini agar masyarakat mengetahui tata cara untuk membentuk majelis taklim dan Kemenag memiliki data majelis taklim dengan baik," kata Zainut di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

    Kemenag lebih mudah membina dan berkoordinasi dengan majelis taklim yang terdaftar. Pembinaan bisa berupa penyuluhan, pembekalan materi dakwah, penguatan manajemen dan organisasi, peningkatan kompetensi pengurus, dan pemberdayaan jemaah.

    "Termasuk juga pemberian bantuan pemerintah, baik melalui APBN maupun APBD. Untuk keperluan tersebut PMA ini bisa dijadikan dasar atau payung hukumnya," terang Zainut.

    Pasal 6 ayat (1) PMA Tentang Majelis Taklim mengharuskan majelis taklim mendaftar diri. Kemenag sengaja menggunakan diksi harus dalam aturan itu.

    "Dalam pasal 6, sengaja kita gunakan diksi 'harus', bukan 'wajib' karena kata harus sifatnya lebih ke administratif, sedangkan kalau 'wajib' berdampak sanksi. Jadi, tidak ada sanksi bagi majelis taklim yang tidak mau mendaftar," jelas dia.

    Zainut menyampaikan PMA itu menjelaskan syarat pembentukan majelis taklim seperti jumlah minimal jemaah dalam pembentukan majelis taklim. Selain jemaah, majelis taklim harus memiliki ustadz, pengurus, sarana tempat, dan materi. 

    "Jadi, PMA ini lebih ke arah memberikan fasilitasi dan untuk memudahkan koordinasi dalam pembinaan majelis taklim. Bukan bentuk intervensi negara dalam pengertian negatif tetapi justru untuk menguatkan peran, fungsi dan  keberadaan majelis taklim," pungkas Zainut.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id