Jokowi: Kapolri Hingga Panglima TNI Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

    Nur Azizah - 16 November 2020 17:22 WIB
    Jokowi: Kapolri Hingga Panglima TNI Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan
    Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis hingga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menindak tegas pelanggar protokol kesehatan. Jokowi juga mengintruksikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo bertindak bila ada pihak yang melanggar aturan yang ditetapkan.

    "Jadi jangan hanya sekadar imbauan, tapi harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan aturan secara konkret di lapangan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 16 November 2020.

    Jokowi menyebut keselamatan rakyat di tengah pandemi covid-19 merupakan hukum tertinggi. Sehingga, penegakan disiplin protokol kesehatan semestinya dilakukan dengan tegas.

    "Pada masa pandemi ini telah kita putuskan pembatasan-pembatasan sosial termasuk di dalamnya adalah pembubaran kerumunan," ujar dia.

    Baca: Langgar Protokol Kesehatan, Kapolda Metro Irjen Nana Sudjana Dicopot

    Kepala Negara mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap upaya-upaya yang dilakukan pemerintah amat diperlukan. Sehingga, langkah-langkah pengendalian pandemi yang dijalankan pemerintah berjalan efektif.

    "Saya juga minta kepada Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian) untuk mengingatkan, kalau perlu menegur, kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota untuk bisa memberikan contoh-contoh yang baik kepada masyarakat, jangan malah ikut berkerumun," tegas Jokowi.

    Presiden ke-7 Indonesia juga mengingatkan daerah-daerah yang memiliki peraturan daerah terkait disiplin protokol kesehatan menjalankan aturan secara tegas, konsisten, dan tidak pandang bulu. Sebab, ketegasan aparat dalam mendisiplinkan masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan adalah suatu keharusan.

    Dia mengutip data rata-rata kasus aktif covid-19 di Indonesia pada Minggu, 15 November 2020. Data tersebut menunjukkan rata-rata kasus aktif covid-19 di Indonesia sekitar 12,82 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 27,85 persen. 

    Adapun tata-rata kesembuhan pasien covid-19 di Indonesia mencapai 83,92 persen. Angka tersebut lebih baik dibandingkan kesembuhan dunia dengan persentase 69,73 persen.

    "Angka-angka yang bagus ini jangan sampai rusak gara-gara kita kehilangan fokus kendali karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan," ujar Jokowi.

    Pria kelahiran Solo ini juga mengingatkan perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan para dokter, perawat, tenaga medis, dan paramedis dalam melawan covid-19. Bahkan, banyak dari mereka gugur.

    "Jangan sampai apa yang telah dikerjakan oleh para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis menjadi sia-sia karena pemerintah tidak bertindak tegas untuk sesuatu kegiatan yang bertentangan dengan protokol kesehatan dan peraturan-peraturan yang ada," ucap dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id