Pembatasan Anis Matta Nyapres Timbulkan Konflik Internal

Fachri Audhia Hafiez - 12 Juli 2018 16:48 wib
Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq - MI/Agung
Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq - MI/Agung Wibowo.

Jakarta: Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Mahfudz Siddiq mengaku, sedang ada konflik di tubuh partai. Ini terkait pengajuan capres/cawapres pada Pilpres 2019. 

Mahfudz mengungkap, konflik muncul sejak ada upaya pembatasan Anis Matta maju pada Pilpres 2019.

"Tanda-tandanya juga bisa terbaca begitu, yang intinya adalah sejak awal ada upaya untuk membatasi, menghalangi gerak Anis Matta untuk mensosialisasikan diri sebagai bakal calon presiden atau cawapres PKS," kata Mahfudz saat berbincang dengan Medcom.id di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Mahfudz menyebut, upaya itu dilakukan secara terang-terangan. Adapula instruksi ke struktur dan para kader PKS.

(Baca juga: PKS Tutup Rapat Pintu untuk Anis Matta)

Meski demikan, anggota Komisi IV DPR itu menyebut, Anis Matta sudah memahami yang bakal terjadi sejak awal deklarasinya.

"Memang pihak-pihak di PKS menghendaki orang lain, walaupun proses ini terjadi. Persepsi orang ini merupakan proses yang tidak fair," tegas Mahfudz.

PKS saat ini tengah mendorong dua dari sembilan kader yang pernah diusulkan. Yakni eks Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri. 

"PKS dengan berbagai cara sejak awal dan juga ada isu yang berkembang di luaran bahwa nampaknya pimpinan PKS (Sohibul Iman) bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara khusus secara tertutup dan fokus menyodorkan dua nama itu," ucap Mahfudz.

(Baca juga: Prabowo dan Sohibul Bahas Cawapres Pekan Depan)
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.