Pemulangan WNI Eks ISIS Harus Dikaji

    Anggi Tondi Martaon - 07 Februari 2020 05:32 WIB
    Pemulangan WNI Eks ISIS Harus Dikaji
    Petugas keamanan mengawal dua perempuan yang diyakini sebagai istri militan ISIS di kamp al-Hol, Suriah, 23 Juli 2019. (Foto: AFP/DELIL SOULEIMAN)
    Jakarta: Ketua DPP NasDem Taufik Basari meminta pemulangan 600 WNI eks ISIS dikaji secara kasuistik. Peran dan latar belakang setiap individu harus dilihat secara mendalam.

    "Kalau dia berperan aktif, ya berarti sudah memilih untuk tidak lagi mengakui sebagai WNI," kata Taufik di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

    Menurut anggota komisi hukum ini, jika di antara 600 WNI itu ada berstatus korban atau masih anak-anak, maka layak dipertimbangkan untuk dipulangkan.

    Dia mengingatkan agar program deradikalisasi yang dilakukan harus berjalan. Sehingga tidak menimbulkan masalah baru pada kemudian hari.

    Pemulangan WNI Eks ISIS Harus Dikaji
    Kamp Al-Hol di Suriah menjadi tempat tinggal keluarga dari anggota ISIS. Foto: AFP

    "Kita juga tidak mau mencipatakan bom waktu ketika eks ISIS ini kembali dan menjadi problem di Indonesia," ujar dia.

    Pemerintah masih menghitung manfaat dan kerugian rencana pemulangan 600 WNI eks ISIS ke Tanah Air. Pemulangan eks ISIS jangan sampai menjadi bumerang untuk Indonesia.





    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id