Kiat NasDem Loloskan Ambang Batas Parlemen 7 Persen

    Anggi Tondi Martaon - 05 Februari 2020 11:16 WIB
    Kiat NasDem Loloskan Ambang Batas Parlemen 7 Persen
    Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa. Foto: MI/Bayu Anggoro.
    Jakarta: Partai NasDem ingin ambang batas parlemen ditingkatkan dari 4 persen menjadi 7 persen. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan niat tersebut.

    "Kita sudah mulai komunikasi dengan fraksi lain," kata Wakil Ketua Komisi II Saan Mustopa kepada Medcom.id, Rabu, 5 Februari 2020.

    Sekretaris Fraksi NasDem itu optimistis usulan partainya didukung partai lain, misalnya Partai Golkar. Partai lambang pohon beringin itu juga ingin menaikkan ambang batas 7 persen dalam revisi Undang Undang (UU) nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Rencana menaikkan ambang batas juga datang dari PDIP. Meski tidak mematok angka serupa, namun partai besutan Megawati Soekarnoputri itu ingin ambang batas parlemen ditambah.

    "Pada intinya beberapa fraksi menginginkan agar ambang batas itu naik," katanya.

    Hal itu tentunya angin segar bagi NasDem. Partai besutan Surya Paloh itu cukup melobi pihak yang ada di parlemen untuk menaikkan ambang batas parlemen.

    "Akan kita coba jajaki semua. Kita negoisasikan semua," sebut dia.

    Kiat NasDem Loloskan Ambang Batas Parlemen 7 Persen
    Gedung DPR. Foto: Antara/Yudhi Mahatma.

    Dia memastikan NasDem akan fokus pada partai di parlemen. Sebab pembahasan RUU Pemilu juga bersifat tertutup dan hanya dibahas perwakilan partai di DPR.

    "Karena nanti UU akan dibahas nanti di parlemen. Jadi nanti yang ada di parlemen aja," ujar dia.

    Sebelumnya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyatakan pandangan serupa. Dia setuju kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen, karena dinilai berdampak baik bagi pemilih.

    "(Naik) 5 persen moderat. Saya pribadi 7," kata Mardani di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
     
    Menurut dia, kenaikan ambang batas untuk meningkatkan party identification (party ID). Partisipasi publik dalam pesta demokrasi diyakini semakin baik.
     
    "Nah kalau partai sedikit, maka masing-masing partai akan mampu memiliki basis pemilih yang punya party ID yang tinggi," beber dia.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id