Menkes Geram Harvard Sebut Korona Masuk Indonesia

    Fachri Audhia Hafiez - 11 Februari 2020 14:16 WIB
    Menkes Geram Harvard Sebut Korona Masuk Indonesia
    Menkes Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020). Foto: Antara/Hafidz Mubarak
    Jakarta: Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto geram dengan riset peneliti Harvard, Marc Lipsitch, yang menyebut virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) sudah masuk ke Indonesia. Terawan menilai riset tersebut sebagai penghinaan bagi Indonesia.

    "Itu namanya menghina. Wong peralatan kita kemarin di-fix-kan dengan duta besar Amerika Serikat. Kita menggunakan dari Amerika Serikat," kata Terawan di Gedung Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.

    Terawan menegaskan semua alat pendeteksi korona berstandar internasional. Dia pun mempersilahkan organisasi kesehatan dunia atau WHO melihat langsung peralatan yang dimiliki Indonesia. 

    "Kit-nya juga dari mereka, untuk melihat prosesnya sudah sesuai ndak, kita terbuka kok enggak ada yang ditutup-tutupi," ujar Terawan.

    Menkes Geram Harvard Sebut Korona Masuk Indonesia
    Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soetta, Tangerang, Banten, bersiap melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang mendarat di Terminal 3, Rabu, 22 Januari 2020. Foto: Antara/Muhammad Iqbal

    Purnawirawan TNI itu menolak membandingkan peralatan milik Indonesia dengan negara lain. Pasalnya, terdapat material transfer agreement (MTA) yang diperkenankan dibawa ke luar negeri.

    "Kita pada prinsipnya sangat transparan dan silakan yang mau memeriksa. Supaya enggak ada yang menyangsikan lagi. Kalau ada orang lain mau melakukan survei dan dugaan ayo silakan saja, tapi jangan mendiskreditkan suatu negara," pungkas Terawan.

    Harvard dan WHO meragukan Indonesia mampu mendeteksi virus korona tipe nCoV. Karena tidak ada satu pun yang terjangkit virus tersebut di Indonesia. 

    Pekan lalu, Sydney Morning Herald dan The Age mengungkapkan Indonesia belum menerima alat tes khusus yang diperlukan untuk mendeteksi virus korona tipe terbaru ini. Kedua media itu menilai otoritas medis Indonesia hanya mengandalkan tes pan-coronavirus yang bisa dipakai mengidentifikasi semua virus dalam 'keluarga' korona, seperti SARS dan MERS.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id