Istilah Medical Tourism Dinilai Lebih Tepat Ketimbang Pariwisata Berbasis Vaksin

    Fachri Audhia Hafiez - 03 Maret 2021 19:39 WIB
    Istilah <i>Medical Tourism</i> Dinilai Lebih Tepat Ketimbang Pariwisata Berbasis Vaksin
    Menparekraf Sandiaga Uno/Istimewa.



    Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menggodok program pariwisata berbasis vaksin (vaccine based tourism) di Bali. Namun, istilah itu dinilai kurang tepat untuk menggaet wisatawan.

    "Harusnya jangan dijalankan berdasarkan vaksin, tapi medical tourism. Kalau vaksin itu hanya salah satu. Jadi kalau medical tourism ini bisa kembangkan terus," ujar pengamat kebijakan pariwisata Azril Azahari kepada Medcom.id, Rabu, 3 Maret 2021.






    Medical tourism, kata Azril, menegaskan bahwa Indonesia menyajikan pengalaman wisata yang berbasis kesehatan. Sebab, hal itu bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara di masa pandemi covid-19.

    Baca: Sandiaga Diminta Gandeng Epidemolog Sukseskan Program Pariwisata

    Menurut Azril, medical tourism akan meliputi pelayanan tes covid-19 seperti rapid test antigen hingga pemberian vaksin. Lebih menarik lagi bila vaksinasi diberikan gratis menyesuaikan stok yang tersedia.

    "(Misalnya) 'oke bisa dapat vaksin di tempat kami free dan Anda bisa saling berwisata'. Di negaranya enggak dapat (vaksin), kan ini daya tarik dan promosi yang bagus," kata Azril.

    Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) ini mengusulkan tempat wisata memberikan pelayanan yang memberikan manfaat kesehatan. Hal ini juga menjadi daya tarik wisatawan untuk meningkatkan imunitas.

    "Kita bisa buat spa dari herbal, itu kan terkait health tourism juga. Bukan hanya kesehatan tapi juga ada manfaatnya untuk kebugaran," ujar Azril.

    Di sisi lain, protokol kesehatan yang ketat juga harus ditegakkan. Diharapkan, kebijakan tersebut tidak menimbulkan situasi yang semakin buruk di masa pandemi covid-19.

    "Medical tourism konsep bagus sebenarnya, tapi tolong itu dijaga, bahwa tidak antre panjang. Saya lihat antrean di setiap vaksin yang kemarin, kerumunan itu harus dicegah," ucap Azril.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekfaf) Sandiaga Salahudin Uno berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyiapkan program pariwisata berbasis vaksin. Langkah ini dilakukan untuk  membangkitkan kembali pariwisata Bali. 

    Melalui program ini, wisatawan dimungkinkan mendapatkan vaksin covid-19 sekaligus berwisata di Kabupaten Badung. Program ini diwacanakan berjalan setelah program vaksinasi dari pemerintah dan vaksin mandiri berjalan.

    "Pemerintah Kabupaten Badung dan juga Pemerintah Provinsi Bali beserta kami di pemerintah pusat akan mencanangkan program salah satunya pariwisata berbasis vaksin," kata Sandiaga, Sabtu, 13 Februari 2021. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id