Tindakan Sudrajat-Syaikhu Dinilai Konyol

Whisnu Mardiansyah - 15 Mei 2018 17:29 wib
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menilai tindakan Sudrajat-Syaikhu dalam debat Pilgub Jabar kemarin malam provokatif. Keduanya menunjukkan kaus #2019GantiPresiden saat pernyataan penutup debat semalam. 

"Kami juga terkejut semalam. Mengapa pasangan ini bisa blunder sedemikian rupa, atau melakukan rekayasa provokatif- agitatif yang menyalahi kepatutan dan keadaban publik," kata Hendrawan saat dihubungi wartawan, Selasa, 15 Mei 2018.

Hendrawan mengatakan semestinya ajang debat pilkada dijadikan momen adu gagasan dan program. Bukan justru menyelipkan pesan politik di luar konteks pilkada itu sendiri. 

"Ini forum pilkada, bukan kampanye pilpres. Sayang bila forum berharga seperti itu harus dibalut oleh tindakan yang konyol," ujar dia. 

(Baca juga: Emil: Kesepakatan Debat tak Dipenuhi)

Dia menegaskan pilkada tak bisa dikaitkan dengan peta dukungan di pilpres. Pasalnya, peta koalisi di pilkada lebih dinamis tak melulu sama seperti peta dukungan politik nasional. 

"Di Jatim, Gerindra dan PKS mendukung calon kami (PKB-PDI-P). Apakah ini berarti di Jatim nanti kalau paslon kami menang, terus otomatis mengusung tema ganti presiden. Ini absurd, aneh dan ganjil. Tidak logis," tukas dia. 

Pasangan calon gubernur Jawa barat nomor utut 3 Sudrajat-Achmad Syaikhu, menggegerkan suasana di Gedung Balairung, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, saat penghujung acara debat publik II Pilgub Jabar, Senin, 14 Mei 2018. 

Paslon nomor tiga ini, memperlihatkan kaus berlatar putih bertuliskan 2018 Asyik Menang (warna biru), 2019 ganti presiden (warna merah). Sudrajat menuturkan, hal tersebut merupakan sebuah wujud kebebasan berekspresi.

 
 


(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.