Keberadaan Wakil Panglima Sesuai Kebutuhan

    Nur Azizah - 08 November 2019 13:59 WIB
    Keberadaan Wakil Panglima Sesuai Kebutuhan
    Sejumlah prajurit TNI Angkatan Darat, Udara, dan Laut baris-berbaris di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim



    Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Ahmad Basarah setuju dengan langkah Presiden Joko Widodo menghidupkan kembali posisi wakil panglima TNI. Pasalnya, tugas TNI semakin kompleks.

    Wakil Ketua MPR itu menuturkan TNI tak hanya menangani masalah pertahanan negara semata. Lebih dari itu, TNI juga menangani misi perdamaian, kemanusiaan, hingga radikalisme.






    "Oleh karena itu menurut pandangan saya, penting untuk dipertimbangkan dihadirkan wakil panglima TNI," kata Basarah di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat, 8 November 2019.

    Menurut dia, TNI juga memiliki tiga matra dalam satu institusi: angkatan laut, darat, dan udara. Sementara itu, Polri yang hanya satu matra memiliki wakil kepala.

    "Walaupun sudah ada kepala staf (angkatan), tapi itu kan bertanggung jawab pada matranya masing-masing," tutur dia.

    Basarah tak khawatir keberadaan wakil panglima memunculkan 'matahari kembar' di pucuk pimpinan TNI. Pasalnya, panglima dan wakil memiliki tugas berbeda.

    "Ya mengenai job description dan wewenang menyangkut panglima dan wakil panglima TNI saya kira nanti peraturan presiden (perpres) bisa mengatur tentang hal itu," pungkas dia.

    Jokowi meneken Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI, Jumat, 18 Oktober 2019. Perpres mengatur posisi wakil panglima TNI.

    "Wakil Panglima merupakan koordinator pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas/tri matra terpadu, yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada panglima," bunyi Pasal 15 ayat 1 seperti dikutip Medcom.id, Kamis, 7 November 2019.

    Tugas wakil panglima menurut Pasal 15 ayat 2 di antaranya membantu pelaksanaan tugas harian panglima. Wakil panglima juga memberikan saran kepada panglima terkait pelaksanaan kebijakan pertahanan negara, pengembangan postur TNI, pengembangan doktrin, strategi militer dan pembinaan kekuatan TNI serta penggunaan kekuatan TNI.

    Orang nomor dua di TNI melaksanakan tugas panglima apabila berhalangan sementara dan/atau berhalangan tetap. Selain itu, wakil panglima melaksanakan tugas lain yang diperintahkan panglima. 

    Posisi wakil panglima TNI dihapus di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur melalui keputusan presiden (keppres) tertanggal 20 September 2000. Sosok terakhir yang menjabat ialah Fachrul Razi yang kini menjabat sebagai menteri agama.

    Mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko sempat mengusulkan jabatan wakil panglima TNI dihidupkan kembali ke Presiden Jokowi pada 2015. Namun, usulan Moeldoko tak mendapat jawaban.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id