Penerbitan Permen Baru Wajib Cabut 40 Regulasi Lama

    Desi Angriani - 11 November 2019 14:19 WIB
    Penerbitan Permen Baru Wajib Cabut 40 Regulasi Lama
    Presiden Joko Widodo. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Presiden Joko Widodo memberi syarat baru dalam penerbitan peraturan menteri (permen). Permen baru wajib dibarengi penarikan aturan lama.

    "Menteri kalau mau menerbitkan satu permen harus cabut 40 permen," kata Jokowi memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 11 November 2019.

    Jokowi menyebut skema serupa sudah diterapkan di Amerika Serikat (AS). Setiap penerbitan satu permen mengharuskan jajaran Presiden AS Donald Trump menghapus dua permen di kementerian/lembaga terkait.

    Menurut dua, kementerian/lembaga di Tanah Air sudah dibanjiri banyak permen. Untuk itu, sistem penerbitan permen AS perlu diimplementasikan demi memangkas berbagai regulasi yang tidak dibutuhkan.
     
    "Jadi tolong nanti mulai dikaji lagi, keluar satu permen potong beberapa permen, kalau AS terbit satu memotong dua," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

    Jokowi meminta para pembantunya kembali mengidentifikasi regulasi yang menghambat investasi. Berbagai aturan tersebut akan disatukan dalam konsep omnibus law. Dalam konsep ini, satu undang-undang (UU) baru akan merevisi sejumlah UU.

    "Jika menghambat segera dipangkas atau diusulkan untuk dipangkas pada Presiden dan khusus yang berkaitan dengan mandat dalam UU kita kumpulkan dan kita lakukan yang namanya omnibus law dan dibahas bersama DPR," pungkas dia.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id