Partai Demokrat Tak Merasa Dijegal PDIP

    Theofilus Ifan Sucipto - 28 Oktober 2019 16:33 WIB
    Partai Demokrat Tak Merasa Dijegal PDIP
    Presiden Joko Widodo dan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. MI/Ramdani.
    Jakarta: Partai Demokrat tak merasa dijegal PDI Perjuangan (PDIP) untuk masuk ke pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut hubungan dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri cukup baik.

    "Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Syarief Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin 28 Oktober 2019. 

    Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) batal duduk di kabinet karena dijegal PDIP. Syarief menilai pernyataan itu sebagai pendapat pribadi.

    "Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu," ujar Syarief.

    Syarief menegaskan Demokrat tak pernah mengajukan calon menteri kepada Presiden Joko Widodo. Komunikasi yang terjalin, sebatas kedekatan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden keenam Indonesia dengan Presiden Jokowi.

    "Kami sudah sepenuhnya menyerahkan kepada Presiden Jokowi. Apapun keputusannya harus kita hormati," tegasnya.

    Syarief juga memastikan Demokrat mantap di luar pemerintahan. SBY akan memberikan arahan langsung terkait posisi partai berlambang mercy itu.

    "Kami berpandangan silakan saja (pemerintah) bekerja dulu. Posisi Partai Demokrat di mana, kita lihat saja perkembangannya," pungkas Syarief. 

    Sebelumnya, PDI Perjuangan membantah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menggagalkan Wakil Ketua Umum Parati Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju. Megawati dinilai tak pernah menjegal AHY. 

    "Masa? pertanyaannya masa sih? Ini prerogatif Presiden," tegas Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Kompleks Parlemen Senayan.

    Menurut dia, para menteri terpilih sesuai visi misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Pemilihan juga sudah melewati pertimbangan matang. 

    "Ini sampai kemudian terjadi pelantikan kabinet lalu melalui proses yang panjang," kata Ketua DPR itu.


     



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id